Warung Syahdu Dam Sumput, Tempat Persinggahan Penikmat Senja yang Menyatu dengan Alam

Sidoarjo, Media redaksinews.info/ | Di balik hiruk pikuk kawasan industri Sidoarjo, terdapat sebuah tempat yang kini menjadi primadona bagi para penikmat senja dan pencinta suasana tenang: Warung Syahdu Dam Sumput. Meski letaknya cukup jauh dari jalan utama, pesonanya justru memanggil langkah siapa pun yang rindu ketenangan di tengah kesibukan.

Setiap sore menjelang pukul tiga, aroma kopi panas dan gurihnya tahu petis mulai menguar dari dapur warung ini. Warung-warung sederhana di tepi Dam Sumput itu mulai membuka layanan, menyambut para pengunjung yang datang silih berganti hingga malam tiba. Tempatnya memang tidak besar, tapi suasananya seolah menenangkan hati perpaduan semilir angin sore, gemericik air bendungan, dan cahaya senja yang memantul di permukaan air.

Yang menarik, pengunjung warung ini datang dari berbagai penjuru. Bukan hanya warga sekitar, tetapi juga para pekerja dari PT Youngtree yang lokasinya cukup jauh dari Dam Sumput. Hampir setiap sore mereka datang berkelompok, menjadikan tempat ini semacam “terminal rasa lelah” setelah seharian bekerja. “Hampir gak pernah absen, mas,” ujar salah satu karyawan sambil menikmati martabak mie dan es degan. “Pokoknya kalau sudah jam pulang, arahnya ya ke Dam Syahdu.”

Tak hanya pekerja pabrik, anak-anak karang taruna dari Desa Kepunten pun menjadikan tempat ini sebagai titik kumpul. Mereka biasa duduk di tepian bendungan sambil bercanda, menikmati martabak mie atau ketan sambal buatan warung setempat. “Menunya sederhana, tapi rasanya ngangenin,” tutur salah satu pengunjung muda.

Menu yang disajikan memang khas warung kampung, tapi penuh cita rasa. Ada kopi tubruk, dawet segar, es degan, es teh, martabak mie, tahu petis, hingga nasi campur dan sego lento — semuanya dibuat dengan bahan lokal dan disajikan hangat-hangat. Harga pun sangat bersahabat, menjadikan tempat ini favorit berbagai kalangan, mulai dari pekerja hingga keluarga muda.

Menariknya, pengelolaan parkir di kawasan Dam Sumput ini juga tertata rapi. Para pekerja masjid di depan warung membantu mengoordinir parkir kendaraan para pengunjung, sehingga pengunjung merasa aman dan nyaman menikmati waktu mereka. Saat waktu magrib tiba, suasana makin khidmat — suara takbir dan tarkhim dari masjid menyatu dengan percakapan lembut para pengunjung yang tengah menyesap dawet atau menyantap martabak mie.

“Kalau saya pengen dawet, mesti langsung meluncur ke sini mas, sama keluarga,” celetuk Bu Sarmi, pengunjung setia yang sore itu duduk santai di bangku kayu tepi bendungan. Saat ditanya rumahnya di mana, ia tertawa, “Jauhhh mas, saya dari Kenjeran, Surabaya. Astaghfirullah, jauh ya, tapi kalau pengen suasana syahdu, cuma di sini tempatnya.”

Cerita seperti Bu Sarmi bukanlah hal langka. Banyak pengunjung rela menempuh jarak puluhan kilometer hanya untuk menikmati segelas dawet dan suasana hangat di Warung Syahdu Dam Sumput. Tempat ini telah menjelma menjadi ruang sederhana yang menawarkan lebih dari sekadar kuliner — melainkan pengalaman batin yang menenangkan jiwa, tempat di mana penat luruh bersama indahnya senja.
Bagi siapa pun yang ingin melarikan diri sejenak dari kebisingan kota, Warung Syahdu Dam Sumput adalah jawabannya. Di sini, senja bukan sekadar waktu, melainkan perasaan — rasa syukur, kebersamaan, dan ketenangan yang jarang bisa ditemukan di tempat lain.

Gubug Dawet Trawas, Kuliner Hits Mojokerto dengan Tiga Varian Rasa Unik dan Menyegarkan

Mojokerto, redaksinews.info/ – Bagi Anda pencinta kuliner tradisional yang tengah mencari tempat minum segar di Trawas Mojokerto, Gubug Dawet bisa menjadi pilihan tepat. Berlokasi di Jl. Mojopahit, Tamiajeng, Kebun Salak, Trawas, tempat ini menghadirkan sensasi minuman khas Nusantara dengan cita rasa unik dan tampilan yang menggoda.

Gubug Dawet kini menjadi kuliner hits di Trawas Mojokerto berkat inovasi tiga varian dawet yang jarang ditemukan di tempat lain, yaitu Dawet Telo, Dawet Coklat, dan Dawet Hitam.

Dawet Telo terbuat dari ketela ungu yang menghasilkan warna lembut dan rasa manis alami.

Dawet Coklat memberikan sensasi coklat lumer yang nikmat di lidah.

Dawet Hitam diolah dari batang padi, menghadirkan warna gelap alami dengan cita rasa khas pedesaan.

Selain rasanya yang autentik, Gubug Dawet juga dikenal karena harganya yang ramah di kantong. Setiap gelas dibanderol mulai dari Rp8.000 hingga Rp10.000 saja. Pengunjung dapat menikmati kesegaran dawet sambil bersantai di suasana alam terbuka dengan udara sejuk khas pegunungan Trawas.

Tempat ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 pagi hingga 16.00 sore, sehingga cocok dikunjungi saat berwisata di kawasan Kebun Salak maupun saat perjalanan menuju objek wisata Trawas lainnya.

Dengan konsep sederhana namun penuh keunikan, Gubug Dawet Trawas menjadi destinasi kuliner yang wajib dikunjungi bagi pecinta minuman tradisional dan pemburu kuliner unik. Tak hanya menyegarkan, tapi juga menghadirkan cita rasa Indonesia yang otentik dalam setiap tegukan.

Lokasi: Jl. Mojopahit, Tamiajeng, Kebun Salak, Trawas
Jam buka: 08.00 – 16.00 WIB
Harga: Rp8.000 – Rp10.000
Varian: Dawet Telo, Dawet Coklat, Dawet Hitam

CENTRAL WARUNG KULINER TRAWAS, SURGA KULINER DI KAKI GUNUNG WELIRANG

Mojokerto, Media redaksinews.info/ | Bagi para pencinta kuliner yang tengah berwisata ke kawasan sejuk Trawas, Central Warung Kuliner Trawas di Jalan Welirang, Ketapanrame, menjadi destinasi yang tak boleh dilewatkan. Tempat ini dikenal sebagai salah satu pusat kuliner favorit warga maupun wisatawan dengan suasana yang nyaman dan pilihan menu yang menggugah selera.

Central Warung Kuliner Trawas menyediakan beragam jenis minuman lengkap, mulai dari minuman panas hingga dingin yang cocok dinikmati di tengah udara segar pegunungan. Namun, daya tarik utama dari tempat ini terletak pada menu sate-nya yang menjadi favorit pengunjung.

Beragam pilihan sate tersedia di sini, mulai dari Sate Madura hingga Sate Taichan, dengan pilihan daging ayam, kambing, kelinci, dan jamur. Cita rasa khas bumbunya begitu medok, berpadu dengan tekstur daging yang padat dan empuk, membuat setiap gigitan terasa istimewa.

Selain rasa yang nikmat, suasana warung yang hangat dan pelayanan yang ramah menjadikan Central Warung Kuliner Trawas tempat ideal untuk berkumpul bersama keluarga maupun teman.

Dengan kelezatan sate yang menggoda dan aneka minuman yang menyegarkan, Central Warung Kuliner Trawas layak menjadi destinasi kuliner wajib saat berkunjung ke Trawas.

📍 Alamat: Jalan Welirang, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto

Titik Nol Lebo Sidoarjo, Kuliner Sore di Desa Lebo Yang Wajib Dikunjungi

Sidoarjo, Media redaksinews.info/ | Jika Anda mencari tempat kuliner sore yang ramai dan penuh cita rasa, Titik Nol Lebo di Desa Lebo, Kecamatan Sidoarjo, adalah jawabannya. Setiap hari mulai pukul 15.00 hingga 17.30 WIB, kawasan ini dipadati pedagang dan pengunjung yang menikmati berbagai hidangan lezat khas jajanan kaki lima.

Beragam makanan tersedia di Titik Nol Lebo, mulai dari pentol, sosis bakar, gorengan, seblak, jasuke (jagung susu keju), lontong kikil, donat sempol, hingga sushi. Tak hanya makanan, para penjual juga menyediakan minuman panas dan dingin yang pas untuk menemani waktu santai sore hari.

Suasana di Titik Nol Lebo semakin hidup dengan kehadiran warga yang berkumpul bersama keluarga, teman, atau pasangan untuk menikmati aneka jajanan dengan harga terjangkau. Selain menjadi pusat kuliner, keberadaan pedagang di lokasi ini juga membantu meningkatkan ekonomi masyarakat lokal Desa Lebo.

Kebersihan dan keramahan para pedagang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Tak heran jika Titik Nol Lebo kini dikenal luas sebagai tempat kuliner sore terbaik di Sidoarjo.

Dengan berbagai pilihan kuliner dan suasana yang nyaman, Titik Nol Lebo Sidoarjo bukan hanya sekadar tempat makan, tetapi juga ruang sosial yang mempererat kebersamaan warga.