555 Orang Tewas dalam Serangan AS–Israel di Iran, Sekolah Jadi Target Paling Mematikan
Teheran – Sedikitnya 555 orang dilaporkan tewas akibat serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah wilayah di Iran. Data tersebut disampaikan oleh Iranian Red Crescent Society sebagaimana dikutip media internasional, Selasa (3/3/2026).
Serangan tersebut disebut menyasar berbagai titik strategis di beberapa kota di Iran. Namun, laporan dari otoritas Iran menyebutkan bahwa sejumlah lokasi sipil turut terdampak, termasuk fasilitas umum dan bangunan pendidikan.
Serangan Sekolah Tewaskan Lebih dari 150 Orang
Insiden paling mematikan terjadi ketika sebuah sekolah dilaporkan terkena serangan udara. Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan lebih dari 150 orang tewas, dan banyak di antaranya adalah anak-anak.
Peristiwa tersebut langsung memicu kecaman keras dari pemerintah Iran yang menyebut serangan itu sebagai pelanggaran hukum internasional dan kejahatan terhadap warga sipil. Hingga kini belum ada verifikasi independen terkait jumlah pasti korban di lokasi sekolah tersebut.
Ketegangan Regional Meningkat
Ketegangan antara Iran dan aliansi AS–Israel meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir. Pemerintah Iran menyatakan akan mengambil langkah balasan atas serangan tersebut, sementara pihak militer AS disebut membantah secara sengaja menargetkan fasilitas sipil.
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dilaporkan tengah membahas situasi yang berkembang, mengingat potensi eskalasi konflik yang dapat memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah.
Sejumlah negara menyerukan penahanan diri dan mendesak semua pihak untuk kembali ke jalur diplomasi guna mencegah korban sipil lebih lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di beberapa wilayah Iran masih dilaporkan mencekam, dengan jumlah korban diperkirakan masih bisa bertambah seiring proses evakuasi dan pendataan yang terus berlangsung.

