Bidang Organisasi PUK SP KEP PT Young Tree Industries, Gelar Rapat Koordinasi Persiapan Musnik 2026

Sidoarjo, Media redaksinews.info/ | Pengurus Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak, Gas Bumi dan Umum (SP KEP) PT Young Tree Industries melalui Bidang Organisasi melaksanakan rapat koordinasi untuk membahas rencana awal pelaksanaan Musyawarah Unit Kerja (MUSNIK) yang ke- III. Kegiatan ini digelar di Kantor Sekretariat PUK SP KEP PT. Young Tree Industries, Pilang Banar Sidoarjo, sesaat setelah jam pulang kerja, dan dihadiri oleh sejumlah Pengurus serta anggota bidang organisasi. Jumat (7/11).

Rapat tersebut menjadi langkah awal yang sangat penting dalam proses menuju MUSNIK III, yang merupakan forum tertinggi dalam Serikat Pekerja tingkat Unit Kerja di perusahaan untuk mengevaluasi program kerja, menyusun rencana strategis baru, serta memilih Ketua dan kepengurusan periode berikutnya.

Dalam rapat ini, Bidang Organisasi menyepakati pembentukan Panitia MUSNIK III (PANMUSNIK) yang diberikan mandatnya kepada Suparto sebagai ketua dan membentuk team yang dibagi menjadi dua tim utama, yaitu:

  1. Steering Committee (SC) — Bertugas menyusun konsep acara, menentukan jadwal kegiatan, menyiapkan agenda sidang, serta memastikan jalannya Musnik sesuai dengan AD/ART organisasi. SC juga berperan mengarahkan teknis sidang dan mengawal substansi keputusan agar tetap sesuai dengan garis besar perjuangan Serikat Pekerja.
  2. Organizing Committee (OC) — Bertugas menjalankan operasional dan teknis pelaksanaan MUSNIK, seperti menyiapkan tempat, perlengkapan, konsumsi, undangan peserta, serta mengatur dokumentasi kegiatan. OC juga akan berkoordinasi langsung dengan setiap bidang agar Musnik berjalan lancar, efektif, dan partisipatif.

Selain pembagian tim, rapat juga membahas timeline pelaksanaan MUSNIK, rencana sosialisasi kepada anggota, dan strategi peningkatan partisipasi aktif pekerja dalam setiap tahapan kegiatan. Fenomena terbaru yang turut menjadi perhatian adalah meningkatnya kesadaran anggota terhadap pentingnya regenerasi kepemimpinan dan transparansi organisasi di tengah tantangan dunia kerja yang semakin kompleks, seperti perubahan kebijakan ketenagakerjaan, digitalisasi industri serta permasalahan perekonomian pekerja yang terjadi.

Ketua Bidang Organisasi, Riko Ramadhani, menyampaikan bahwa rapat ini menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas internal. “Kita ingin MUSNIK tahun ini bukan hanya formalitas, tetapi benar-benar menjadi wadah evaluasi dan pembaharuan gerak organisasi menuju Serikat Pekerja yang lebih kuat dan adaptif serta menghadirkan inovasi solusi terhadap kondisi saat ini,” ujarnya.

Rapat ditutup dengan penetapan jadwal rapat lanjutan serta pembagian tugas awal antara tim SC dan OC. Semangat kebersamaan dan komitmen tinggi dari seluruh peserta menjadi modal utama dalam mempersiapkan Musnik yang lebih berkualitas dan berdampak nyata bagi seluruh anggota PUK PT Young Tree Industries.

PUK SP KEP PT Young Tree Industries, Sediakan Sembako Bagi Anggota

Sidoarjo, Media redaksinews.info/ | Dalam upaya mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh anggotanya, Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak, Gas Bumi dan Umum. (SPKEP) PT. Young Tree Industries mengambil langkah nyata dengan membuka usaha kecil-kecilan penyedia kebutuhan pokok (sembako) bagi para anggota. Program ini dirancang sebagai bentuk kepedulian sosial dan kesejahteraan ekonomi, di mana anggota dapat memenuhi kebutuhan dasar keluarga dan melakukan pembayaran setelah menerima gaji bulanan.

Langkah ini digagas langsung oleh Supangat, sebagai Ketua PUK SPKEP PT Young Tree Industries, sebagai bentuk nyata solidaritas antarpekerja. Menurut Supangat, ide tersebut muncul dari kepedulian terhadap kondisi anggota yang sering kesulitan waktu dan tenaga untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga setelah bekerja.

“Kami ingin meringankan beban anggota agar mereka tidak perlu repot mencari kebutuhan pokok ke luar. Semua sudah kami siapkan di lingkungan kerja, dan bisa dibayar setelah gajian. Dan yang lebih menarik adalah keuntungan dari hasil penjualan sembako ini akan dikembalikan kepada anggota lagi berupa Sisa Hasil Usaha (SHU) setiap tahunnya. Ini adalah langkah sebagai bagian dari perjuangan untuk kesejahteraan bersama,” ujar Supangat.

Adapun kebutuhan pokok yang disiapkan oleh pengurus PUK SPKEP antara lain beras premium dan medium kemasan 5 kg, minyak goreng, mie instan, serta gula pasir. Seluruh barang dikelola langsung oleh pengurus Serikat bidang Organisasi dengan sistem yang transparan dan harga terjangkau.

Inisiatif ini mendapat sambutan positif dari para anggota karena selain membantu kebutuhan keluarga, juga mempererat rasa kebersamaan dan solidaritas di antara pekerja. Dengan semangat gotong royong, pengurus rela meluangkan waktu dan tenaga untuk menyiapkan seluruh kebutuhan tersebut.

Melalui program sembako ini, PUK SPKEP PT. Young Tree Industries membuktikan bahwa perjuangan untuk kesejahteraan pekerja tidak hanya dilakukan melalui meja perundingan, tetapi juga lewat aksi nyata yang langsung menyentuh kebutuhan hidup anggota dan keluarganya.

FSP KEP KSPI Bangun Komunikasi dan Sinergi Dengan BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo untuk Tingkatkan Pelayanan Jaminan Sosial Pekerja

Sidoarjo, Media redaksinews.info/ | Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak, Gas Bumi dan Umum Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (FSP KEP KSPI), Sunandar, S.H., melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sidoarjo.
Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat komunikasi serta membangun sinergitas antara Serikat Pekerja dan BPJS Ketenagakerjaan dalam rangka meningkatkan pelayanan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja.

Dalam kunjungan tersebut, Sunandar didampingi oleh jajaran pengurus DPC FSP KEP Kabupaten Sidoarjo, dan disambut dengan hangat serta terbuka oleh perwakilan dari BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo, Bapak Dadang, dikarenakan Kepala Cabang BPJS ketenagakerjaan sedang ada giat yang lain.

Sunandar menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan antara BPJS Ketenagakerjaan dengan Serikat Pekerja sebagai Mitra yang saling melengkapi.

“Serikat Pekerja dan BPJS Ketenagakerjaan memiliki tujuan yang sama, yaitu melindungi dan menyejahterakan pekerja. Oleh karena itu, diperlukan ruang komunikasi yang aktif untuk bersama-sama menyikapi setiap dinamika yang terjadi di lapangan, khususnya terkait pelayanan dan implementasi program jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujar Sunandar.

Sementara itu, Bapak Dadang menyampaikan apresiasi atas kunjungan Ketua Umum FSP KEP KSPI beserta jajaran. Ia juga memaparkan sejumlah program strategis BPJS Ketenagakerjaan, termasuk berbagai manfaat perlindungan sosial yang dapat diterima oleh peserta, seperti Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dan juga Manfaat Layanan Tambahan (MLT) bagi Peserta.

“Kami berharap sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan Serikat Pekerja terus terjalin dengan baik, agar informasi dan manfaat program kami bisa tersampaikan secara optimal kepada seluruh Pekerja,” ungkapnya.

Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara Serikat Pekerja dan lembaga penyelenggara jaminan sosial. Melalui sinergitas yang erat, diharapkan perlindungan dan kesejahteraan pekerja Indonesia semakin meningkat dan berkelanjutan.

Kunjungan Ketua Umum FSP KEP KSPI Sunandar, Bangun Sinergitas dengan BPJS Kesehatan Sidoarjo

Sidoarjo, Media redaksinews.info/ | Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak, Gas Bumi dan Umum Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (FSP KEP KSPI) Sunandar, SH melakukan kunjungan silaturahmi ke BPJS Kesehatan Kantor Cabang Sidoarjo.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk memperkuat komunikasi dan membangun sinergitas antara Serikat Pekerja dan BPJS Kesehatan dalam meningkatkan pelayanan jaminan sosial bagi pekerja.

Dalam kunjungan itu, Sunandar didampingi oleh jajaran pengurus DPC FSP KEP Kabupaten Sidoarjo dan disambut dengan penuh kehangatan oleh Kepala Cabang BPJS Kesehatan Sidoarjo, Bapak Munakib, beserta Bapak Yudi, Kepala Bidang Kepesertaan, dan Bapak Winang, Kepala Bidang Komunikasi.

\"\"
Ketua Umum FSP KEP-KSPI Bpk Sunandar bersama Bpk Munakib Kacab BPJS kesehatan Sidoarjo

Dalam dialog yang berlangsung terbuka dan konstruktif, Sunandar menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan antara Serikat Pekerja dan BPJS Kesehatan. Menurutnya, kerja sama yang baik akan membantu kedua pihak dalam menyikapi setiap dinamika dan persoalan yang muncul di lapangan, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan dan hak-hak jaminan kesehatan bagi para pekerja.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap pekerja mendapatkan hak jaminan sosial kesehatan dengan pelayanan yang optimal. Komunikasi dan koordinasi yang baik antara BPJS dan Serikat Pekerja menjadi kunci utama dalam mewujudkan hal tersebut,” ujar Sunandar.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, Munakib, menyambut baik kunjungan tersebut dan menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama dengan Serikat Pekerja.

“BPJS Kesehatan terbuka terhadap masukan dan siap berkolaborasi dengan Serikat Pekerja agar pelayanan kepada peserta, khususnya pekerja, dapat terus ditingkatkan,” ungkapnya.

Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan kelembagaan antara BPJS Kesehatan dan FSP KEP KSPI, sekaligus mempertegas komitmen kedua pihak untuk terus berupaya meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan kesehatan bagi seluruh pekerja di Indonesia.

Stress Financial, Persoalan Utama Yang Jadi Momok Bagi Buruh

Sidoarjo, Media redaksinews.info/ | Pengurus Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak, Gas Bumi dan Umum (SP KEP) PT Young Tree Industries melakukan diskusi internal di kantor DPC FSP KEP Kabupaten Sidoarjo, membahas fenomena stres finansial yang menjadi trend dan mulai dirasakan sebagian pekerja di lingkungan perusahaan.Jum\’at, (17/10).

Kegiatan yang dilakukan oleh pengurus PUK dan perwakilan ini sebagai langkah dalam mengumpulkan dan menganalisis data terkait kondisi ekonomi dan beban keuangan rumah tangga Pekerja dan Buruh yang kerap dialami dan berpotensi menjadi pemicu stress finansial.

Dalam diskusi tersebut, para pengurus menganalisis berbagai trend yang muncul di kalangan Buruh, seperti meningkatnya ketergantungan terhadap pinjaman online (pinjol), penggunaan fasilitas paylater, serta menurunnya daya beli akibat kenaikan harga kebutuhan pokok. Faktor-faktor tersebut dinilai berpotensi memicu stres finansial, yang tidak hanya berdampak pada kesejahteraan individu tetapi juga produktivitas kerja.

Ketua PUK SP KEP PT Young Tree Industries, Supangat, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memahami secara mendalam situasi keuangan pekerja, sehingga serikat dapat merumuskan langkah-langkah preventif maupun solusi kolektif.

“Kami ingin memastikan bahwa pekerja tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga tangguh secara mental dan finansial. Stres finansial ini harus direspons bersama agar tidak mengganggu kinerja maupun keharmonisan di lingkungan kerja,” ujarnya.

Selain menganalisis trend, peserta juga membahas pentingnya literasi keuangan di kalangan Buruh, termasuk kebiasaan menabung, pengelolaan anggaran rumah tangga, serta upaya untuk menghindari utang konsumtif.

Supangat juga menyebutkan bahwa langkah pengurus PUK SP KEP PT Young Tree Industries menjadi langkah positif dalam memperkuat kesadaran finansial di tingkat basis.

“Langkah ini sejalan dengan semangat FSP KEP untuk menciptakan pekerja yang sejahtera, mandiri, dan berdaya secara ekonomi,” terang Supangat.

Diskusi diakhiri dengan rencana tindak lanjut berupa program edukasi keuangan bagi anggota serta penyusunan survei internal untuk memetakan tingkat stres finansial pekerja.

Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak, Gas Bumi dan Umum (FSP KEP) merupakan bagian dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang berkomitmen dan konsisten memperjuangkan hak-hak Pekerja, Kesejahteraan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di berbagai sektor industri.