Peningkatan Kompetensi Siswa SMKN 1 Baros Melalui Strategi Digital Marketing Berbasis Mobile Platform

serang, redaksinews.info – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Baros bekerjasama dengan tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Pamulang sukses menyelenggarakan pelatihan intensif mengenai strategi Digital Marketing berbasis Mobile Platform.

Kegiatan ini berlangsung di lingkungan SMKN 1 Baros dan bertujuan untuk membekali siswa dengan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri di era digital.

Kegiatan PKM ini diketuai oleh Bapak Al Haetami, bersama tim dosen dan mahasiswa Program Studi Sistem Komputer Universitas Pamulang yang terlibat aktif dalam memberikan materi. Pelatihan ini diikuti oleh puluhan siswa-siswi dari berbagai jurusan di SMKN 1 Baros yang menunjukkan antusiasme tinggi untuk menguasai pemasaran digital.

Materi Praktis dan Tepat Sasaran

Dalam sambutannya, Ketua Tim PKM, Bapak Al Haetami, menyampaikan bahwa pemilihan topik digital marketing berbasis mobile platform sangat krusial mengingat mayoritas interaksi dan transaksi bisnis saat ini terjadi melalui perangkat seluler.

“Kami fokus pada aplikasi dan strategi yang paling sering digunakan di perangkat mobile, mulai dari optimasi media sosial, pembuatan konten yang menarik, hingga teknik periklanan sederhana yang dapat diakses dan dipraktikkan langsung oleh siswa,” jelas Bapak Al Haetami. “Tujuannya bukan hanya tahu teori, tetapi siswa mampu menjual produk atau jasa secara digital setelah pelatihan ini.”

Materi yang disampaikan meliputi:

Pengantar tren pasar digital dan perilaku konsumen mobile.

Strategi konten visual dan copywriting untuk media sosial.

Pemanfaatan fitur-fitur bisnis pada platform seperti Instagram dan TikTok.

Pengenalan dasar-dasar analitik sederhana untuk mengukur keberhasilan kampanye.

Dukungan Penuh dari Sekolah

Kepala SMKN 1 Baros, memberikan apresiasi penuh terhadap inisiatif ini. Beliau menekankan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi sangat penting untuk memastikan kurikulum sekolah kejuruan tetap up-to-date dengan perkembangan teknologi dan tuntutan dunia kerja.

“Kompetensi di bidang digital marketing adalah bekal wajib bagi lulusan SMKN. Kami berharap ilmu yang didapat dari kegiatan ini dapat diterapkan oleh siswa, baik untuk menunjang praktik kerja, membuka usaha sendiri, maupun melanjutkan karir di perusahaan,” ujarnya.

Antusiasme Siswa

Sesi pelatihan berlangsung interaktif dengan banyak praktik langsung menggunakan studi kasus. Para siswa terlihat aktif berdiskusi dan mempraktikkan cara membuat unggahan promosi dan menganalisis performa postingan.

“Pelatihannya seru karena langsung praktik. Kami jadi tahu cara yang benar membuat konten promosi di Instagram supaya tidak cuma bagus, tapi juga menghasilkan penjualan,” ujar salah satu siswi peserta.

Di akhir kegiatan, Tim PKM menyerahkan plakat penghargaan kepada pihak sekolah sebagai simbol kerjasama yang berkelanjutan, sekaligus melakukan sesi foto bersama dengan seluruh peserta dan jajaran guru pendamping. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi peningkatan kompetensi digital siswa SMKN 1 Baros secara berkelanjutan.

Keterangan Foto: Tim PKM Dosen dan Mahasiswa dari Universitas Pamulang berfoto bersama dengan siswa-siswi SMKN 1 Baros setelah sukses menyelenggarakan pelatihan Digital Marketing berbasis Mobile Platform.

Mahasiswa Unpam Serang gelar PKM di Pandeglang: implementasi alat deteksi banjir berbasis IoT Internet of Things

Pandeglang, redaksinews.info – Mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM) sukses melaksanakan kegiatan program kreativitas mahasiswa (PKM) di SMKS Al-Ihya Kaduronyok, Pandeglang, dengan mengusung tema “Implementasi alat pendeteksi banjir berbasis Internet of Things (IoT)” pada Minggu 19 Oktober 2025 lalu.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan penerapan teknologi tepat guna dalam menghadapi potensi bencana banjir di lingkungan sekitar.

Kegiatan PKM ini diikuti dengan antusias oleh para siswa-siswi dan guru SMKS Al-Ihya. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswwa UNPAM memperkenalkan alat pendeteksi banjir berbasis IoT yang mampu memantau ketinggian air secara real-time melalui sensor ultrasonik yang terhubung ke jaringan internet, salah satu media internet yang digunakan adalah aplikasi telegram.

Data ketinggian air kemudian dikirimkan ke platform digital yang dapat diakses melalui ponsel (telegram), sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi dini saat air mulai naik.

Salah satu mahasiswa menjelaskan bahwa inovasi ini dirancang untuk membantu masyarakat, khususnya di daerah rawan banjir, agar dapat melakukan langkah pencegahan lebih cepat.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari dibangku kuliah ke dalam bentuk nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.

Guru SMKS Al-Ihya menyambut baik kegiatan ini, karena tidak hanya menambah wawasan siswa mengenai teknologi internet of things, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya inovasi di bidang mitigasi bencana.

Pihak sekolah berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut di masa depan, agar siswa lebih siap menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan lingkungan.

Kegiatan PKM ini dibagi beberapa sesi. Selain untuk demo alat pendeteksi banjir, adapula beberapa sesi tanya jawab yang bertujuan untuk melatih siswa supaya aktif bertanya sekaligus mengulas materi agar para mahasiswa bisa memastikan bahwa audiens (siswa) benar-benar mengerti dan memahami materi yang telah disampaikan.

Melalui kegiatan ini, UNPAM menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan teknologi berbasis IoT yang bermanfaat, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat. (Iqbal)

Bangun Personal Branding, Prodi Sistem Informasi Unpam Gelar Pelatihan Pembuatan Website Portofolio di SMK Pasundan 1 Kota Serang

Serang, redaksinewa.info – Mahasiswa Universitas Pamulang Serang, Program Studi Sistem Informasi, melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan mengusung tema “Pelatihan Pembuatan Website Portofolio untuk Meningkatkan Personal Branding” bertempat di SMK Pasundan 1 Kota Serang.

Kegiatan ini diketuai oleh Indra Maulana dengan empat anggota tim, yaitu Amalia Sofa, Dzaky Al-Ghifary, Gina Novianti, dan Risnayanti. Pelatihan diikuti oleh 28 siswa jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) yang antusias mengikuti rangkaian materi dan praktik.

Acara dibuka langsung oleh Kepala SMK Pasundan 1 Kota Serang, Bapak Wakhid Risanto, ST., S.Pd., MM., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menegaskan bahwa kemampuan membuat website portofolio merupakan keterampilan penting bagi siswa sebagai bentuk kesiapan memasuki dunia kerja dan era digital.

Kegiatan PKM ini juga didampingi oleh Dosen Pembimbing, Ibu Shopi Nurul Hasanah, S.Kom., M.Kom., serta dihadiri oleh perwakilan guru SMK Pasundan 1 Kota Serang. Dalam arahannya, beliau menjelaskan bahwa personal branding berbasis website mampu membantu siswa menampilkan kompetensi, karya, dan pengalaman secara profesional.

Selama sesi pelatihan, peserta dibimbing untuk memahami dasar struktur website, mengenal konsep portofolio digital, serta praktik langsung membuat halaman portofolio sederhana. Para siswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pengenalan materi hingga praktik pembuatan desain website.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para siswa mampu membangun citra diri yang lebih profesional serta memiliki media portofolio yang dapat digunakan untuk mendaftar magang, melanjutkan pendidikan, maupun memasuki dunia kerja.

Kegiatan PKM berjalan lancar dan mendapat respons positif baik dari peserta maupun pihak sekolah. Pelatihan ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam meningkatkan kualitas kompetensi siswa di era digital.(Indra Maulana)

Dosen FH Unpam Serang sosialisasikan legalitas kepemilikan tanah di Pandeglang

Pandeglang, redaksinews.info/ – Dosen Fakultas Hukum Universitas Pamulang (UNPAM) Serang memberikan penyuluhan hukum melalui pengabdian kepada masyarakat (PKM) di Desa Kertasana Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang pada Kamis, 23 Oktober 2025.

Kegiatan tersebut di pandu oleh salah Dosen FH UNPAM Serang, Herlina yang bertema Legalitas Kepemilikan Tanah Pasca Pemberlakuan PP Nomor 18 Tahun 2021.

Herlina menjelaskan pentingnya masyarakat memahami perubahan regulasi terkait kepemilikan tanah. Menurutnya, Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021 menegaskan bahwa bukti kepemilikan tanah tradisional seperti petok, letter C atau girik tidak lagi diakui sebagai alat bukti tertulis hak atas tanah setelah lima tahun diberlakukannya aturan tersebut.

“Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada warga Desa Kertasana agar segera mensertifikatkan tanahnya. Karena setelah batas waktu yang ditentukan, dokumen seperti girik hanya dianggap sebagai petunjuk, bukan bukti kepemilikan yang sah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kertasana Uhadi menyatakan apresiasinya kepada tim Dosen UNPAM Serang atas inisiatif memberikan edukasi hukum yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat pedesaan.

“Kami sangat berterima kasih kepada UNPAM Serang, karena informasi seperti ini penting agar warga tidak kehilangan hak atas tanahnya hanya karena ketidaktahuan terhadap regulasi baru,” katanya.

Melalui kegiatan PKM ini, diharapkan masyarakat Desa Kertasana semakin sadar akan pentingnya legalitas kepemilikan tanah dan segera melakukan sertifikasi guna memperoleh kepastian hukum atas hak tanahnya.

Selain itu, Universitas Pamulang (Unpam) resmi menjalin kerja sama dengan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia atau APDESI Provinsi Banten dalam rangka memperkuat pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi.

Penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) Unpam dan APDESI Banten tersebut bertujuan untuk mendorong kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintahan desa, terutama dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui sinergi itu, Unpam berkomitmen untuk mendukung peningkatan kapasitas aparatur desa, pemberdayaan masyarakat serta penerapan hasil riset dan inovasi kampus di tingkat desa.