PUK SP Kep Bersama Wadas dan SRK Gelar Konsolidasi Tahunan (Praraker) di Prigen: Bahas Isu Global hingga Lokal

Prigen , Media redaksinews.info/ |
Dalam rangka memperkuat koordinasi dan arah gerakan organisasi menjelang Rakernik (Rapat Kerja Unit Kerja), PUK SP Kep bersama Wadas dan SRK mengadakan Konsolidasi Tahunan (Praraker) selama dua hari, mulai 11–12 Oktober 2025 di Villa Tristan, Tretes, Prigen.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh peserta untuk mengevaluasi perjalanan organisasi selama satu tahun terakhir serta menyusun strategi menghadapi tantangan ketenagakerjaan di tahun mendatang.

Hari Pertama: Bahas Tren dan Isu Global,Nasional,Lokal

Hari pertama diisi dengan sesi diskusi bertema “Trend dan Isu Global, Nasional, dan Lokal dalam Gerakan Buruh” yang dimoderatori oleh Bapak Indro.
Materi utama disampaikan oleh Bapak Wisnu dari Wadas, yang mengupas berbagai dinamika terkini yang mempengaruhi dunia kerja, mulai dari perubahan iklim industri, kebijakan ketenagakerjaan, hingga tantangan buruh di era digitalisasi.

Dalam paparannya, Pak Wisnu menekankan pentingnya buruh memahami konteks perubahan global agar mampu menyesuaikan strategi perjuangan di tingkat lokal.

\"\"
wisnu \”WADAS\” saat memberikan materi

“Kita tidak bisa bergerak sendiri. Isu global seperti transisi energi, perubahan teknologi, dan pergeseran ekonomi berdampak langsung pada posisi pekerja di lapangan. Maka penting bagi serikat untuk memperkuat analisa dan responnya,” ujar Wisnu.

Momentum Penguatan Organisasi

Kegiatan praraker ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga ruang refleksi dan penguatan solidaritas antar anggota. Dengan suasana yang sejuk di kawasan Tretes, peserta diajak membangun kembali semangat kolektif dan merumuskan agenda bersama menuju Rakernik yang akan digelar dalam waktu dekat.

Moderator kegiatan, Bapak Indro, juga menegaskan bahwa konsolidasi ini merupakan bagian penting dari proses pendidikan politik dan penguatan kapasitas buruh.

\"\"
Indro \”WADAS\” saat menjadi moderator

“Melalui forum seperti ini, kita bisa menyiapkan langkah-langkah strategis agar organisasi semakin solid dan mampu menjawab tantangan zaman,” katanya.

Pada hari kedua, kegiatan akan difokuskan pada evaluasi internal dan pembahasan agenda teknis menuju pelaksanaan Rakernik. Selain itu, peserta juga akan menyusun rekomendasi dan rencana kerja yang akan menjadi pedoman organisasi ke depan.

Dengan semangat kebersamaan, acara ini diharapkan mampu memperkuat jaringan gerakan buruh serta melahirkan strategi baru yang berpihak pada kesejahteraan pekerja.

Pelatihan Advokasi Ketenagakerjaan DPC FSP KEP Karanganyar: Wujud Peningkatan Kapasitas Anggota

Karanganyar, Media redaksinews.info/ | Dewan Pimpinan Cabang Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan (DPC FSP KEP) Kabupaten Karanganyar menggelar kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Advokasi Ketenagakerjaan di Bumi Perkemahan Pleseran, Tawangmangu, selama dua hari dengan diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai perwakilan serikat pekerja.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua DPC FSP KEP Karanganyar, Danang Sugiyatno, SH, dan turut dihadiri oleh Ketua Umum FSP KEP, Sunandar, SH, serta perwakilan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Karanganyar, Bapak Heru Sulistyo beserta dua orang stafnya.

\"\"
Sunandar,saat memberikan sambutan di acara pendidikan Advokasi ketenagakerjaan DPC FSP KEP Karang Anyar

Dalam sambutannya, Sunandar, SH menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif DPC FSP KEP Karanganyar dalam menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan ini.

“Saya sangat mengapresiasi langkah maju DPC FSP KEP Karanganyar. Kegiatan seperti ini penting untuk meningkatkan kapasitas anggota dalam memperjuangkan hak-hak buruh secara cerdas, terarah, dan sesuai regulasi ketenagakerjaan,” ujar Sunandar.

Sementara itu, Danang Sugiyatno, SH menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan memperkuat kemampuan advokasi para anggota dalam menghadapi berbagai persoalan hubungan industrial dan ketenagakerjaan.

“Kami ingin anggota FSP KEP Karanganyar memiliki bekal yang kuat dalam advokasi, baik di tingkat perusahaan maupun masyarakat. Dengan pelatihan ini, diharapkan para peserta mampu menjadi garda depan dalam memperjuangkan keadilan bagi pekerja,” ungkapnya.

Selama dua hari kegiatan, para peserta mendapatkan berbagai materi seputar hukum ketenagakerjaan, strategi advokasi, penyelesaian perselisihan hubungan industrial, serta teknik komunikasi efektif dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.

Kehadiran perwakilan Disnaker Karanganyar menjadi bentuk sinergi positif antara pemerintah daerah dan serikat pekerja dalam membangun hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, FSP KEP Karanganyar diharapkan terus menjadi pionir dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia di kalangan pekerja, serta berperan aktif dalam mendorong peningkatan kesejahteraan buruh di Kabupaten Karanganyar dan sekitarnya.

Budaya Berutang Masih Mengakar: Tantangan Literasi Keuangan di Tengah Tekanan Ekonomi

Sidoarjo, Media redaksinews.info/ | Di tengah meningkatnya tekanan ekonomi dan kebutuhan hidup yang semakin kompleks, budaya berutang masih menjadi pilihan utama sebagian besar masyarakat Indonesia ketika menghadapi kesulitan keuangan. Fenomena ini mencerminkan tantangan serius dalam literasi dan manajemen keuangan pribadi di tanah air.

Menurut Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022 oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sekitar 46% masyarakat Indonesia masih tergolong rentan secara finansial, artinya mereka kesulitan memenuhi kebutuhan darurat tanpa berutang. Di sisi lain, indeks literasi keuangan baru mencapai 65,43%, sementara inklusi keuangan sudah mencapai 75,02%. Angka ini menunjukkan bahwa banyak masyarakat telah mengenal produk keuangan, namun belum sepenuhnya memahami cara mengelolanya secara sehat.

Budaya Berutang: Antara Kebutuhan dan Kebiasaan

Salah satu faktor yang memperkuat budaya berutang adalah gaya hidup konsumtif dan minimnya perencanaan keuangan. Tak sedikit masyarakat yang menganggap berutang sebagai solusi cepat ketika menghadapi kebutuhan mendesak mulai dari biaya pendidikan, kesehatan, hingga kebutuhan konsumsi harian.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), tercatat lebih dari 28 juta akun aktif pinjaman online (pinjol) pada pertengahan 2024 dengan nilai outstanding mencapai Rp60 triliun. Sementara itu, sektor koperasi simpan pinjam dan lembaga pembiayaan konvensional juga masih menjadi pilihan favorit karena prosesnya relatif mudah dan cepat.

Pilihan Layanan Keuangan yang Umum Digunakan untuk Berutang

  1. Pinjaman online (fintech lending) – cepat dan tanpa jaminan, namun berisiko bunga tinggi.
  2. Koperasi simpan pinjam – berbasis keanggotaan dan memiliki bunga lebih ringan, tetapi terbatas pada anggota.
  3. Kartu kredit dan paylater – populer di kalangan urban, namun sering menjerat pengguna pada cicilan konsumtif.
  4. Pegadaian – pilihan bagi masyarakat yang memiliki aset barang untuk dijaminkan.

Edukasi untuk Mengurangi Ketergantungan pada Utang

Wisnu salah satu pendamping Buruh (WADAS ), pada saat memberikan pendidikan LITBANG PUK SP KEP PT Young Tree Industries, menekankan pentingnya edukasi literasi keuangan sejak dini agar masyarakat tidak selalu bergantung pada utang dalam menghadapi kesulitan ekonomi. Edukasi ini dapat dilakukan melalui:

  • Pelatihan manajemen keuangan keluarga, termasuk cara membuat anggaran dan dana darurat.
  • Kampanye menabung dan investasi mikro, seperti reksa dana pasar uang atau tabungan berjangka.
  • Peningkatan keterampilan ekonomi produktif, seperti usaha rumahan atau kerja sampingan digital.
  • Kolaborasi antara pemerintah, OJK, dan lembaga pendidikan dalam membangun kesadaran finansial masyarakat.

“Budaya berutang bisa berubah jika masyarakat mulai memahami pentingnya perencanaan keuangan dan mampu mencari tambahan penghasilan secara kreatif,” ujar Supangat. Ketua PUK SP KEP PT Young Tree Industries.

Menuju Masyarakat Finansial Mandiri

Mendorong perubahan budaya dari “mudah berutang” menjadi “cakap mengatur uang” bukanlah hal instan. Diperlukan sinergi lintas sektor – pemerintah, lembaga keuangan, serikat pekerja, dan komunitas untuk membangun masyarakat yang mandiri secara finansial.

Punya Penghasilan Pasti Tapi Masyarakat Indonesia Masih Rentan Finansial

Sidoarjo, Media redaksinews.info/ | Meskipun indeks literasi dan inklusi keuangan Indonesia menunjukkan tren positif, kerentanan finansial masyarakat masih menjadi tantangan serius. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), indeks literasi keuangan nasional mencapai 65,43%, sementara indeks inklusi keuangan sebesar 75,02%.

Angka tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia sudah memahami konsep dasar keuangan seperti tabungan, investasi, dan asuransi. Namun, pemahaman itu belum sepenuhnya diiringi dengan kemampuan mengelola keuangan secara efektif dalam kehidupan sehari-hari.

Hampir Setengah Penduduk Rentan Finansial

Menurut laporan GoodStats, sekitar 46% masyarakat Indonesia tergolong rentan finansial atau financially fragile. Istilah ini menggambarkan individu yang tidak memiliki kesiapan menghadapi pengeluaran mendadak seperti biaya kesehatan, kehilangan pekerjaan, atau kebutuhan darurat lainnya akibat minimnya dana cadangan dan perencanaan keuangan.

Kondisi ini menjadi alarm penting bagi upaya peningkatan kesejahteraan ekonomi rumah tangga. Tanpa cadangan dana darurat, banyak keluarga Indonesia berpotensi terjebak dalam siklus utang atau tekanan psikologis berkepanjangan.

Keterkaitan Keuangan dan Kesehatan Mental

Penelitian dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) menemukan bahwa 86% masalah kesehatan mental berakar pada persoalan keuangan, sementara 72% gangguan kesehatan mental turut memperburuk kondisi finansial seseorang.

Temuan ini menunjukkan adanya siklus timbal balik (feedback loop) antara kesehatan finansial dan mental. Stres akibat beban ekonomi, utang, atau ketidakpastian pendapatan dapat memicu kecemasan dan depresi, yang pada akhirnya menurunkan kemampuan seseorang dalam mengelola keuangan secara rasional.

Upaya Edukasi dan Solusi Jangka Panjang

OJK bersama lembaga pendidikan dan sektor swasta terus mendorong program edukasi literasi keuangan inklusif, terutama bagi kelompok usia produktif dan masyarakat berpenghasilan rendah. Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membangun perilaku finansial yang sehat melalui kebiasaan menabung, investasi bertanggung jawab, serta perlindungan keuangan yang memadai.

Dengan memperkuat sinergi antara kebijakan ekonomi dan kesehatan mental, Indonesia diharapkan mampu membangun masyarakat yang lebih tangguh secara finansial dan sejahtera secara psikologis.

PUK SP KEP PT. INDO SUKSES SENTRA USAHA (ISSU) gelar Pelatihan Demi Meningkatkan SDM Pengurus

Pasuruan, Media redaksinews.info/ | Semakin beratnya tantangan buruh kedepan menjadi pemicu utama bagi pengurus PUK PT.INDO SUKSES SENTRA USAHA untuk meningkatkan Sumber daya manusia (SDM) sehingga kegiatan pelatihan begi pengurus wajib untuk di laksanakan. Minggu 5/10

kegiatan bertempat di Kantor DPC FSP KEP Kab. Pasuruan dengan pemateri dari pungurus DPC FSP KEP Kab. Pasuruan dan di hadiri dari unsur pengurus PUK, Akhmad Saikhu (Ketua), Wahyu Indarto (Wakil Ketua bidang Advokasi), Rudi Hartono (Wakil Ketua Bidang Sosial Ke Agamaan), Amin Tohari (Sekretaris), Mustakim (Wakil Sekretaris), Agus Wahyu (Bendahara)

Pada Sesi Pertama Akhmad Soleh S,H M.H membawakan materi terkait \”Anggaran Dasar SP KEP dan FSP KEP\” dilanjut pemateri ke dua yakni ibu Nina Rustiana dengan membawakan materi \” SEJARAH FSP KEP dan ADMINISTRASI KESEKRETARIATAN SEBAGAI PENUNJANG PELAKSANAAN KEGIATAN ADMINISTRASI\” dan pemateri yang terakhir adalah Bpk Yudho Wintoko S,H dengn membawakan materi \”HAK DAN KEWAJIBAN PEKERJA, dan PROSEDUR DAN PENANGANAN KELUH KESAH\”.

Akhmad Soleh S,H M.H selaku ketua DPC FSP KEP Kabupaten Pasuruan menyampaikan \”Bahwa dalam rangka peningkatan SDM, maka pendidikan dan pelatihan bagi pengurus PUK SP KEP harus dilakukan secara terus menerus agar SDM pengurus juga semakin meningkat, sehingga mampu memperjuangkan kesejahteraan pekerja, khususnya yang berada di PT. Indo Sukses Sentra Usaha\” Ujarnya.

Acara yang di mulai dari pagi hingga sore tersebut, berjalan dengan lancar dan di penghujung acara ada pemberian sertifikat dari DPC FSP KEP Kab.
Pasuruan sebagai bukti fisik bahwa telah mengikuti kegiatan pelatihan tersebut.