Redaksinews Banten-Ketua DPW Generasi Muda Mathla’ul Anwar ( GEMA MA ) Provinsi DKI Jakarta, Nana Sumarna, menilai pentingnya kepemimpinan kolaboratif lintas Generasi dalam struktur Pengurus Besar Mathla’ul Anwar ( PBMA ) mendatang. Hal ini disampaikannya ditengah pelaksanaan Muktamar XXI PBMA di Kota Serang ( 11/4/2026 ).

Menurut Nana, pola kolaborasi lintas generasi dapat menjadikan ajang transfer pengalaman dan nilai edukasi serta wawasan. Generasi tua yang umumnya memiliki pengetahuan ilmu Agama yang mendalam ( Tafaqquh Fiddin ) serta pengalaman organisasi, dapat berperan sebagai mentor atau penasehat untuk menjaga prinsip,visi, serta keutuhan Ormas.

“Sedangkan generasi muda dapat menerapkan pola kolaborasi di bidang Inovasi dan Dakwah Digital. Mereka membawa enegi baru, kreatifitas dan literisasi teknologi digital. Mereka menjadi ujung tombak dalam dakwah modern, sistem pengelolaan media sosial, dan dapat menyasar kaum milenial dan Gen Z,” kelas Nana.

Ia menambahkan kolaborasi lintas generasi juga merupakan bagian dari strategi sinergi kebijakan. Hal ini memungkinkan PBMA memiliki kebijakan yang tetap berakar pada nilai tradisional namun adaptif terhadap perkembangan jaman.

Namun Nana mengingatkan akan adanya tantangan dalam kepemimpinan PBMA mendatang, terutama jika frekuensi kepengurusan belum terbentuk, “Kolaborasi yang belum optimal sering kali bersifat Seremonial,” tambahnya.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya sumber daya manusia dalam organisasi untuk lebih memahami makna kolaborasi, tidak hanya sekedar slogan. “Kolaborasi lintas generasi harus dikondisikan dari tingkat Seremonial menjadi substantif. Dimana generasi muda harus bisa diberikan ruang dalam pengambilan keputusan yang lebih besar dengan pengawasan dan keteladanan dari generasi tua,” pungkas Nana.

By Asep