Harmoni Serenade 2025: Jantung Kreativitas Kampus Unpam Serang

Serang, redaksinews.info/ – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Harmoni Serenade Unpam Serang kini tampil sebagai wadah paling dinamis dan inklusif bagi pengembangan minat dan bakat seni di kampus kita. Dengan lima divisi inti—Musik, Paduan Suara, Vokal, Teater, dan Tari—UKM ini tidak hanya menjadi organisasi, tetapi juga ekosistem kreatif yang memperkaya pengalaman akademik setiap mahasiswa.

Mengapa Harmoni Serenade Penting?

  1. Platform Bakat Komprehensif: Tidak banyak UKM yang menawarkan spektrum seni seluas ini dalam satu atap. Mahasiswa dapat memilih jalur sesuai passion mereka: dari menguasai instrumen di divisi Musik, menyelaraskan suara di Paduan Suara dan Vokal, hingga mendalami ekspresi dan narasi di divisi Teater, dan mengeksplorasi gerak tubuh di divisi Tari. Keragaman ini menjamin setiap mahasiswa, dari pemula hingga profesional, menemukan tempatnya.
  2. Pengembangan Soft Skill: Selain aspek artistik, UKM Harmoni Serenade adalah laboratorium untuk soft skill. Keterlibatan di dalamnya melatih kedisiplinan, manajemen waktu, kerja sama tim (sinergi antar divisi Paduan Suara dan Musik, misalnya), kepemimpinan, dan kepercayaan diri di depan publik. Kemampuan ini sangat krusial dan akan menjadi nilai tambah signifikan saat lulus.
  3. Kontribusi Positif terhadap Citra Kampus: UKM ini secara konsisten menjadi duta kampus dalam berbagai acara, baik internal maupun eksternal. Penampilan mereka di acara wisuda, seminar, atau kompetisi regional tidak hanya menghibur, tetapi juga memancarkan energi positif dan menunjukkan bahwa Unpam Serang peduli pada pengembangan non-akademik yang berkualitas.

Ajakannya:

Kepada seluruh Civitas Akademika Unpam Serang, kami mengajak Anda untuk memberikan dukungan penuh kepada UKM Harmoni Serenade.

Bagi Mahasiswa Baru: Jangan ragu untuk bergabung! Ini adalah kesempatan emas untuk menemukan komunitas, menyalurkan bakat, dan membentuk kenangan berharga selama kuliah.

Bagi Dosen dan Staf: Dukung mereka dengan hadir di setiap pementasan dan memfasilitasi kebutuhan latihan mereka. Kehadiran Anda adalah motivasi terbesar bagi anggota UKM.

Harmoni Serenade adalah aset berharga kampus kita. Mari bersama-sama menjaga dan memajukan semangat kreatif yang mereka bawa! (Iqbal)

Relevansi Pemikiran Transformasi Sosial Mansour Fakih dalam Konteks Pembangunan Kota Serang

Serang, Media redaksinews.info/ | Gagasan tokoh pemikir Indonesia Mansour Fakih tentang \”Transformasi sosial \” kini kembali relevan dalam konteks pembangunan Daerah, terutama di Kota Serang, Provinsi Banten. Mahasiswa Universitas Pamulang (UNPAM) Kampus Serang, Audry Maulidia, menyoroti pentingnya penerapan konsep pemberdayaan masyarakat ala Mansour Fakih sebagai langkah menuju pembangunan yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Dalam tulisannya berjudul “Relevansi Pemikiran Transformasi Sosial Mansour Fakih dalam Konteks Pembangunan Kota Serang”, Audry menjelaskan bahwa selama ini arah pembangunan di Kota Serang masih didominasi oleh infrastruktur fisik, sementara pemberdayaan masyarakat belum sepenuhnya menjadi prioritas utama.

“Masih terlihat ketimpangan antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah pinggiran Kota Serang,” tulis Audry.

Menurutnya, pemikiran Mansour Fakih yang menekankan pemberdayaan dari bawah (bottom-up) serta pendidikan kritis sangat relevan untuk diadaptasi oleh pemerintah Daerah. Masyarakat perlu dibekali dengan kesadaran kritis agar mampu menjadi subjek aktif pembangunan, bukan sekadar objek dari kebijakan.

Kesetaraan Gender sebagai Kunci Transformasi Sosial

Selain pemberdayaan masyarakat, Audry juga menegaskan pentingnya penerapan analisis gender dalam setiap kebijakan publik di Kota Serang. Ia menilai bahwa perempuan masih menghadapi berbagai bentuk ketimpangan dalam akses pendidikan, ekonomi, dan partisipasi politik.Pemerintah daerah perlu menerapkan perspektif kesetaraan gender secara nyata, bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif.

Pemikiran gender yang diperjuangkan oleh Mansour Fakih dapat menjadi landasan penting dalam menciptakan ruang partisipasi yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk perempuan dan kelompok rentan lainnya.

Kolaborasi untuk Mewujudkan Pembangunan yang Berkeadilan

Dalam konteks pembangunan daerah, transformasi sosial membutuhkan keterlibatan semua pihak. Audry menegaskan bahwa pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan warga harus bersinergi membangun kesadaran kolektif untuk mewujudkan kesejahteraan bersama.

Pemikiran kritis buah pemikiran mahasiswa seperti ini sangat perlu diapresiasi dan di kembangkan. Kajian tersebut harus dinilai sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap isu sosial di lingkungannya.

“Pemikiran kritis mahasiswa seperti ini penting agar dunia akademik tidak terpisah dari realitas sosial dan kebutuhan masyarakat,”

Sementara itu, bagi Pemerintah itu sendiri, Penelitian dan kajian ini dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih partisipatif dan berkelanjutan.

Membangun Kota Serang yang Inklusif dan Berkelanjutan

Pemikiran \”Transformasi Sosial Mansour Fakih\”  memberikan arah baru bagi pembangunan Kota Serang agar lebih berpihak pada masyarakat dan berkeadilan. Dengan perubahan paradigma dari pembangunan yang didominasi para Elit, menjadi pembangunan partisipatif, diharapkan Kota Serang dapat menjadi contoh kota yang tumbuh dengan nilai kemanusiaan dan kesetaraan.


Penulis: Audry Maulidia
Universitas Pamulang Kampus Serang
Dosen Pembimbing: Angga Rosidin, S.I.P., M.A.P.
Kepala Program Studi: Zakaria Habib Al-Ra’zie, S.I.P., M.Sos.
Program Studi: Administrasi Negara.

Antara Layar Dan Dunia Nyata, Arah Baru Ilmu Komunikasi Sosial

OPINI, redaksinews.info/ – Seperti yang kita tau bahwa perubahan zaman adalah sesuatu yang tidak bisa kita hentikan. Mau tidak mau, kita sebagai manusia harus belajar beradaptasi dengan setiap perkembangan yang datang, baik dari sisi teknologi maupun sosial. Dunia terus bergerak maju dan kita tidak punya pilihan selain ikut menyesuaikan diri agar tidak tertinggal.

Salah satu hal yang paling terasa dampaknya adalah komunikasi sosial cara manusia berinteraksi, memahami, dan membangun hubungan satu sama lain.

Dulu komunikasi sosial berlangsung secara langsung di tempat itu. Kita bisa melihat ekspresi wajah, merasakan emosi, dan memahami pesan melalui tatap muka. Semua terasa hangat dan nyata.

Sekarang sebagian besar interaksi berpindah ke layar. Media sosial, pesan instan, vidio call dan ruang virtual membuat kita bisa berkomunikasi dengan siapa pun, kapan pun, dan di mana pun. Semuanya jadi cepat dan mudah, tapi sering kali terasa dingin dan sepi. Kita sering kali merasa “terhubung” secara digital, tapi justru semakin jauh dalam rasa.

Itulah tantangan besar bagi ilmu komunikasi sosial saat ini. Bagaimana kita memahami dan menyeimbangkan dua dunia digital dan nyata supaya hal tersebut bisa berjalan berdampingan tanpa saling meniadakan! Dunia digital menawarkan kemudahan, kecepatan, dan jangkauan luas, tapi interaksi langsung masih tetap penting untuk membangun kedekatan, empati dan agar teknologi menjadi alat bantu, bukan pengganti kemanusiaan..

Sehingga kita harus belajar menyesuaikan diri bukan hanya dengan teknologi, tapi juga dengan cara berkomunikasi yang tetap manusiawi atau secara langsung di tengah digitalisasi ini.

Ilmu komunikasi sosial kini tidak cukup hanya mempelajari teori dan media, tetapi juga bagaimana menjaga nilai-nilai kemanusiaan di balik setiap pesan yang dikirimkan.

Kemajuan teknologi memang tidak bisa kita hindari, tapi kita bisa memilih bagaimana menggunakannya. Layar boleh memisahkan jarak, tapi jangan sampai memisahkan rasa. Arah baru ilmu komunikasi sosial seharusnya bukan tentang menggantikan dunia nyata dengan dunia digital, melainkan menemukan titik temu di antara keduanya.

Karena pada akhirnya, komunikasi bukan hanya soal menyampaikan pesan, tapi juga tentang memahami manusia di balik setiap kata.

Penulis: Fauzan Habibi
Universitas Pamulang kampus Serang
Dosen Pembimbing: Angga Rosidin, S.I.P., M.A.P.,
Kepala Program Studi: Zakaria Habib Al-Ra’zie, S.I.P., M.Sos
Program Studi: Administrasi Negara

Andri : Saatnya Berubah — Lepas dari Jeratan Utang Dengan Konsisten dan Komitmen Membuat Perencanaan Keuangan Yang Matang

Sidoarjo, Media redaksinews.info/ | Di tengah meningkatnya tekanan ekonomi dan gaya hidup konsumtif, semakin banyak masyarakat Indonesia yang menyadari pentingnya perubahan perilaku finansial. Salah satu langkah besar yang kini mulai digerakkan adalah semangat untuk lepas dari jeratan utang dengan komitmen dan konsistensi dalam mengelola keuangan pribadi.

Fenomena utang tanpa perencanaan, mulai dari penggunaan kartu kredit, paylater, hingga pinjaman online (pinjol), dan belanja online masih menjadi tantangan besar. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah pengguna pinjaman online terus meningkat dari tahun ke tahun, menunjukkan masih rendahnya kemampuan masyarakat dalam membuat perencanaan keuangan jangka panjang. ungkap Andri

Namun, di balik tantangan tersebut, muncul gerakan positif untuk berubah masyarakat pekerja mulai belajar menahan diri dari perilaku konsumtif, menata ulang prioritas keuangan, dan menumbuhkan kesadaran bahwa hidup tanpa utang berarti hidup lebih tenang dan sehat secara mental.

“Perubahan gaya hidup finansial tidak bisa instan. Kuncinya adalah komitmen dan konsistensi. Mulai dari hal kecil, seperti berhenti menambah utang baru, membuat daftar kebutuhan prioritas, hingga menyisihkan penghasilan untuk tabungan dan dana darurat,” Ujar Andri.

Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk keluar dari jeratan utang antara lain:

  1. Evaluasi seluruh kewajiban finansial dan buat daftar prioritas pelunasan.
  2. Berhenti menambah utang baru, terutama yang bersifat konsumtif.
  3. Buat rencana keuangan realistis, mencakup kebutuhan pokok, tabungan, dan cadangan darurat.
  4. Bangun kebiasaan menabung otomatis setiap menerima penghasilan.
  5. Cari sumber penghasilan tambahan yang legal dan berkelanjutan.

Dengan langkah-langkah tersebut, masyarakat diharapkan dapat membangun kemandirian finansial dan menjauh dari tekanan akibat beban utang. Tidak hanya berdampak pada keuangan pribadi, perubahan perilaku ini juga berkontribusi pada stabilitas ekonomi rumah tangga dan produktivitas kerja.

“Lepas dari utang bukan hanya soal angka, tapi tentang merdeka secara mental dan finansial. Komitmen untuk tidak berutang lagi adalah bentuk keberanian mengubah masa depan,” tambah Andri.

Gerakan ini sejalan dengan upaya OJK dan Bank Indonesia dalam meningkatkan literasi serta inklusi keuangan, agar masyarakat semakin cerdas dalam mengelola uang, berinvestasi secara bijak, dan terhindar dari jeratan utang.

Ketua Umum FSP KEP KSPI Sunandar SH: Pemimpin Humble dan Visioner yang Dekat dengan Anggota

Sidoarjo,Media redaksinews.info/ | Sosok Sunandar SH, Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak, Gas Bumi dan Umum (FSP KEP) KSPI, dikenal luas sebagai pemimpin Serikat Pekerja yang humble, visioner, dan selalu dekat dengan anggota di setiap basis. Di tengah tantangan dunia kerja yang semakin kompleks, gaya kepemimpinan Sunandar menjadi inspirasi bagi ribuan pekerja di seluruh Indonesia.

Kepemimpinan yang Merangkul dan Membumi

Sejak memimpin FSP KEP KSPI, Sunandar SH menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara pengurus dan anggota. Ia kerap hadir langsung di lapangan, berdialog dengan pekerja, mendengarkan keluhan mereka, dan mencari solusi bersama.
“Pemimpin sejati bukan hanya duduk di belakang meja, tapi hadir di tengah anggota. Dari merekalah kekuatan organisasi ini tumbuh,” ujar Sunandar dalam salah satu kunjungannya ke basis anggota di Jawa Tengah.

Kehadirannya yang membumi dan tidak berjarak membuat banyak anggota merasa dihargai dan diperhatikan. Bagi Sunandar, kepercayaan anggota adalah fondasi utama dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.

Visioner dalam Perjuangan Buruh Modern

Selain dikenal dekat dengan anggota, Sunandar juga visioner dalam melihat arah gerakan buruh di era industri 4.0. Ia mendorong digitalisasi organisasi, peningkatan kapasitas kader, serta penguatan advokasi berbasis data.
Di bawah kepemimpinannya, FSP KEP KSPI terus memperluas peran bukan hanya di bidang perburuhan, tetapi juga di sektor sosial, pendidikan, dan ekonomi anggota.

“Gerakan buruh tidak boleh statis. Kita harus adaptif terhadap perubahan zaman, memperkuat solidaritas, dan menyiapkan generasi pekerja masa depan,” tegas Sunandar.

Dekat dengan Basis, Dekat dengan Realita

Sunandar SH sering kali turun langsung ke lokasi pabrik, perusahaan, dan area kerja anggota untuk melihat kondisi nyata di lapangan. Pendekatan ini menjadi ciri khasnya — membangun kedekatan emosional antara pimpinan dan anggota di berbagai daerah.
Tak hanya hadir dalam momen formal, Sunandar juga aktif dalam kegiatan sosial, pelatihan, dan advokasi kesejahteraan pekerja di tingkat basis.

“Dekat dengan anggota bukan sekadar slogan. Itu komitmen moral bagi setiap pemimpin serikat,” katanya.

Membangun Masa Depan Gerakan Buruh yang Kuat

Dengan gaya kepemimpinan yang rendah hati namun tegas dalam prinsip, Sunandar berhasil membawa FSP KEP KSPI menjadi federasi yang disegani di tingkat nasional maupun internasional.
Visinya jelas: memperjuangkan hak-hak pekerja dengan cara bermartabat, berbasis solidaritas, dan berorientasi pada kesejahteraan jangka panjang.

Melalui berbagai program pelatihan, peningkatan kapasitas, serta kerja sama dengan pemerintah dan stakeholder industri, FSP KEP KSPI terus menunjukkan eksistensinya sebagai kekuatan sosial yang konstruktif.