YLSM-JMB Minta KPK Supervisi Dugaan Keterlibatan Pejabat Pemkab Serang dalam Kasus Situ Ranca Gede

Serang, redaksinews.info/ I YLSM-JMB, secara tegas akan mengirimkan surat permohonan supervisi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI) terkait kasus dugaan penyimpangan dan penyalahgunaan kewenangan dalam penguasaan lahan Situ Ranca Gede-Jakung yang berlokasi di Desa Babakan, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Langkah ini ditempuh setelah YLSM-JMB menemukan adanya indikasi kuat keterlibatan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Serang dalam berbagai tahapan yang berhubungan dengan kasus tersebut, mulai dari penerbitan izin
lokasi, izin lingkungan, pembebasan lahan, hingga penerbitan rekomendasi sertifikat tanah.
“Kami melihat kasus Situ Ranca Gede tidak berhenti pada level desa. Ada rantai tanggung jawab pejabat daerah yang semestinya diperiksa, terutama dari sisi tata ruang, perizinan, dan pengawasan lingkungan,” ujar Cecep Solihin (Ketua YLSM-JMB) dalam keterangannya.
Menurut hasil telaahan YLSM-JMB, adanya dugaan pelanggaran terutama tata ruang dan lingkungan yang terjadi di kawasan Situ Ranca Gede yang diduga melibatkan kelalaian atau pembiaran dari beberapa perangkat daerah di Pemkab Serang, antara lain Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Dinas PUPR bidang Tata Ruang.


Selain itu, indikasi penyalahgunaan wewenang juga muncul pada proses penerbitan izin lokasi industri PT Modern Industrial Estate yang diduga berdiri di atas kawasan situ atau wilayah lindung yang dilindungi oleh RTRW Kabupaten Serang dan Peraturan Daerah Provinsi Banten. “Kami meminta KPK turun langsung melakukan supervisi terhadap penanganan perkara ini, agar dapat dibuka secara menyeluruh dan tidak berhenti pada aktor tingkat bawah,” tegasnya. YLSM-JMB mendesak KPK RI untuk:

  1. Melakukan supervisi terhadap aparat penegak hukum daerah (Kejati Banten).
  2. Menelusuri proses pemberian izin dan pengawasan lingkungan oleh Pemkab
    Serang.
  3. Memeriksa potensi penyalahgunaan wewenang dan gratifikasi dalam proses
    pembebasan lahan.
  4. Menegakkan pertanggungjawaban pejabat Pemkab Serang atas kelalaian
    melindungi kawasan situ yang memiliki fungsi ekologis strategis.

YLSM-JMB menilai bahwa kasus Situ Ranca Gede merupakan cermin lemahnya pengawasan pemerintah daerah dalam menjaga aset lingkungan dan ruang publik. Apabila benar terjadi penyalahgunaan kewenangan atau kolusi dalam pemberian izin, maka hal tersebut dapat dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001. “Kami berharap KPK dapat menelusuri seluruh alur perizinan dan pertanggungjawaban pejabat daerah agar kasus ini benar-benar tuntas dan tidak menimbulkan preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia,” pungkas Cecep Solihin. (Andrea)

PUK SP Kep Bersama Wadas dan SRK Gelar Konsolidasi Tahunan (Praraker) di Prigen: Bahas Isu Global hingga Lokal

Prigen , Media redaksinews.info/ |
Dalam rangka memperkuat koordinasi dan arah gerakan organisasi menjelang Rakernik (Rapat Kerja Unit Kerja), PUK SP Kep bersama Wadas dan SRK mengadakan Konsolidasi Tahunan (Praraker) selama dua hari, mulai 11–12 Oktober 2025 di Villa Tristan, Tretes, Prigen.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh peserta untuk mengevaluasi perjalanan organisasi selama satu tahun terakhir serta menyusun strategi menghadapi tantangan ketenagakerjaan di tahun mendatang.

Hari Pertama: Bahas Tren dan Isu Global,Nasional,Lokal

Hari pertama diisi dengan sesi diskusi bertema “Trend dan Isu Global, Nasional, dan Lokal dalam Gerakan Buruh” yang dimoderatori oleh Bapak Indro.
Materi utama disampaikan oleh Bapak Wisnu dari Wadas, yang mengupas berbagai dinamika terkini yang mempengaruhi dunia kerja, mulai dari perubahan iklim industri, kebijakan ketenagakerjaan, hingga tantangan buruh di era digitalisasi.

Dalam paparannya, Pak Wisnu menekankan pentingnya buruh memahami konteks perubahan global agar mampu menyesuaikan strategi perjuangan di tingkat lokal.

\"\"
wisnu \”WADAS\” saat memberikan materi

“Kita tidak bisa bergerak sendiri. Isu global seperti transisi energi, perubahan teknologi, dan pergeseran ekonomi berdampak langsung pada posisi pekerja di lapangan. Maka penting bagi serikat untuk memperkuat analisa dan responnya,” ujar Wisnu.

Momentum Penguatan Organisasi

Kegiatan praraker ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga ruang refleksi dan penguatan solidaritas antar anggota. Dengan suasana yang sejuk di kawasan Tretes, peserta diajak membangun kembali semangat kolektif dan merumuskan agenda bersama menuju Rakernik yang akan digelar dalam waktu dekat.

Moderator kegiatan, Bapak Indro, juga menegaskan bahwa konsolidasi ini merupakan bagian penting dari proses pendidikan politik dan penguatan kapasitas buruh.

\"\"
Indro \”WADAS\” saat menjadi moderator

“Melalui forum seperti ini, kita bisa menyiapkan langkah-langkah strategis agar organisasi semakin solid dan mampu menjawab tantangan zaman,” katanya.

Pada hari kedua, kegiatan akan difokuskan pada evaluasi internal dan pembahasan agenda teknis menuju pelaksanaan Rakernik. Selain itu, peserta juga akan menyusun rekomendasi dan rencana kerja yang akan menjadi pedoman organisasi ke depan.

Dengan semangat kebersamaan, acara ini diharapkan mampu memperkuat jaringan gerakan buruh serta melahirkan strategi baru yang berpihak pada kesejahteraan pekerja.

Lima personel Polda Banten gabung misi perdamaian PBB di Afrika

Serang, redaksinews.info/ – Polda Banten mengirimkan lima personelnya untuk bergabung dalam Misi Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Afrika Tengah.

Kelima personel tersebut akan menjadi bagian dari Pasukan Garuda Bhayangkara FPU 7 MINUSCA (United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic).

Dalam kesempatannya, Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Didik Hariyanto menyampaikan bahwa para personel tersebut telah melewati proses seleksi yang ketat.

“Untuk menjadi bagian dari pasukan perdamaian ini, mereka telah mengikuti berbagai tahapan uji kompetensi, termasuk tes kemampuan bahasa, fisik, psikologi, serta kemampuan teknis dan taktis kepolisian,” jelas Kombes Didik pada Kamis (08/10).

Setelah dinyatakan lulus seleksi, kelima personel tersebut menjalani Pre Deployment Training (PDT) selama hampir tujuh bulan untuk memastikan kesiapan penuh sebelum diterjunkan ke wilayah konflik di Afrika Tengah.

“Misi FPU 7 MINUSCA ini tidak hanya menunjukkan profesionalisme dan kemampuan Polri di tingkat internasional, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang berkomitmen terhadap perdamaian dunia,” Lanjut Kombes Pol Didik.

Diakhir, Kabidhumas Polda Banten berharap kelima personel dapat menjalankan tugas dengan baik dan menjaga nama baik bangsa Indonesia.

“Saya berharap kelima personel yang terpilih dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya serta menjaga nama baik bangsa Indonesia. Dengan semangat Bhayangkara dan integritas yang tinggi, saya yakin mereka mampu melaksanakan tugas negara secara profesional, menjaga keamanan dan perdamaian di wilayah penugasan,\” tutupnya.

Adapun nama personel Polda Banten yang terpilih dalam misi perdamaian tersebut:

  1. AKP Hotma P.A Manurung, S.Tr.K, S.I.K Jabatan: Kaur Pamwal Spirpim Polda Banten Penugasan: Chief of Logistics & Administration Personnel
  2. Ipda Anang Yunianto, S.H Jabatan: Ps. Kanit 1 Sipatwal Polairud Polda Banten Penugasan: General Affairs
  3. Brigadir Aga Insanul Hakim Jabatan: Banit Ditreskrimum Polda Banten Penugasan: Tactical Driver
  4. Briptu Hafidz Lutfiyandha, S.H Jabatan: Bamin Sie Kesjas Satbrimob Polda Banten Penugasan: Tactical Troops
  5. Bharatu Mohamad Faiz R. Jabatan: Ba Unit Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Banten Penugasan: ADC FPU Commander
Polda Banten Salurkan 160 Ton hasil panen Jagung Kuartal III Ke Bulog

Tangerang, redaksinews.info/ – Polda Banten turut mendukung program ketahanan pangan nasional dengan menyalurkan hasil panen jagung sebanyak 160 ton dari kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal III Tahun 2025 kepada Perum Bulog.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kampung Cibangkok, Desa Bantar Panjang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang pada Rabu (08/10).

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, didampingi sejumlah pejabat tinggi pemerintah, TNI, dan Polri

Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendorong peningkatan kesejahteraan petani melalui produktivitas jagung di wilayah Banten.

Selain kegiatan penanaman, turut dilakukan penyaluran hasil panen jagung Kuartal III kepada Perum Bulog. Sebanyak 160 ton jagung dan hasil panen kelompok tani binaan di wilayah Banten tersebut dikirim menuju Gudang Bulog Kabupaten Serang menggunakan 20 unit truk dengan kapasitas 8 ton per truk.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat rantai distribusi hasil pertanian dan mendukung ketersediaan pangan di daerah Banten.

Dalam hal tersebut Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menjelaskan bahwa Polda Banten berkomitmen mendukung program ketahanan pangan dan memastikan pelaksanaannya berjalan aman serta bermanfaat bagi masyarakat.

\”Kehadiran Polda Banten dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan nasional dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan di wilayah hukum Polda Banten. Selain itu Polda Banten berkomitmen mendukung penuh setiap program ketahanan pangan yang dijalankan pemerintah. Melalui sinergi dan pengamanan terpadu, kami memastikan kegiatan penanaman hingga penyaluran hasil panen berjalan aman, lancar, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,\” ujar Kapolda Banten.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa keberhasilan ini menunjukkan bahwa kerja sama antara lintas sektor. \”Keberhasilan penyaluran 160 ton jagung ke Bulog ini menjadi bukti nyata bahwa kerja sama lintas sektor di Banten berjalan efektif dan solid. Sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan kelompok tani membuktikan bahwa kolaborasi yang baik mampu memperkuat rantai pasok pangan serta menjaga kestabilan ekonomi masyarakat,\” tambahnya.

Diakhir Kapolda Banten berharap atas terselenggaranya kegiatan tersebut. \”Kami berharap kegiatan ini menjadi contoh nyata semangat gotong royong dan kolaborasi positif antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Melalui sinergi yang berkelanjutan, kami yakin program ketahanan pangan akan semakin kuat dan mampu memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat di wilayah Banten,\” harapnya.

Sekda Banten dampingi Kapolri tinjau lokasi Program Ketapang nasional

Tangerang, redaksinews.info/ – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi mendampingi Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo meninjau gladi bersih Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 di Desa Bantar Panjang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Selasa (7/10/2025) kemarin.

Sekda Banten Deden Apriandhi mengatakan, kegiatan ini menjadi bentuk dukungan nyata Pemerintah Provinsi Banten terhadap upaya pemerintah pusat dalam memperkuat kemandirian pangan nasional.

“Pemprov Banten siap berkolaborasi dengan semua pihak, baik kepolisian, kementerian, pemerintah daerah, maupun masyarakat agar program-program ketahanan pangan dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Pemilihan lokasi penanaman jagung di Desa Bantar Panjang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang seluas 50 hektare ini bukan tanpa alasan. Deden mengatakan, sesuai arahan Presiden dan Gubernur Banten Andra Soni, lahan tidur yang ada di Banten akan dimanfaatkan agar menjadi produktif. Selain itu, lokasinya yang dekat dengan pabrik pakan dan gudang Bulog akan memudahkan petani untuk menjual hasil panen mereka nanti.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan Kapolri bersama Sekda Banten melihat langsung kesiapan di lapangan, mulai dari area penanaman, stand pameran hasil pertanian, hingga sarana dan prasarana pendukung. Mereka juga memastikan kesiapan personel dari jajaran Kepolisian, TNI, Pemerintah Daerah, BUMN, BUMD, dan instansi vertikal yang terlibat.

Selain itu, pengaturan lalu lintas, keamanan lokasi, serta kesiapan tim kesehatan turut dicek untuk menjamin seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan aman. Kapolri mengapresiasi koordinasi lintas instansi di Banten yang dinilainya berjalan baik dan solid dalam mendukung program strategis nasional di bidang pangan.

Kegiatan gladi bersih ini menjadi bagian penting dari upaya memastikan kesiapan Banten sebagai tuan rumah utama pelaksanaan Penanaman Jagung Serentak Nasional Kuartal IV Tahun 2025. Program ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas lahan, dan memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat pedesaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kadiv Propam Polri Irjen Pol Abdul Karim, Aslog Kapolri Irjen Pol Suwondo Nainggolan, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, serta Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko.