Mengenal lebih Dekat Mbajeng Sri Utami, S.sos: Dari Kampung hingga Menjadi Ketua PUK di PT Garudafood

Gresik, Media redaksinews.info/ | Perjalanan panjang perjuangan seorang perempuan pekerja ini menjadi inspirasi banyak kalangan. Sosok yang kini menjabat sebagai Ketua PUK Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan,Minyak, Gas Bumi dan Umum (PUK SP KEP) di PT Garudafood ini memulai langkahnya dari pengalaman berorganisasi di kampung halaman hingga menjadi pemimpin yang disegani di lingkungan Serikat Pekerja.

Dia adalah Mbajeng Sri Utami, S.sos, Sejak muda, ia dikenal aktif di berbagai organisasi sosial dan kepemudaan. “Saya memang pada dasarnya suka berorganisasi, dulu ikut karang taruna dan menjadi pengurus partai politik di tingkat desa sebelum masuk dunia kerja,” kenangnya.

Awal Terjun ke Dunia Serikat Pekerja

Pengalaman pertamanya di dunia Serikat Pekerja dimulai pada tahun 1990-an ketika ia bekerja di sebuah perusahaan sepatu. Ia dipercaya menjadi wakil sekretaris II Serikat Pekerja di perusahaan tersebut. Saat itu, bersama rekan-rekannya di bagian sewing, ia nekat melakukan aksi mogok kerja spontan karena ketidakadilan dalam pembayaran upah lembur.

Aksi itu membuahkan hasil, sistem upah lembur akhirnya diperbaiki. Namun perjuangan belum selesai. Beberapa bulan kemudian, perusahaan melakukan efisiensi yang berujung pada PHK massal tanpa pesangon yang sesuai dengan peraturan. Konflik berkepanjangan pun tak terhindarkan hingga para pekerja mendirikan tenda perjuangan di depan perusahaan.

“Kami terus berjuang meskipun akhirnya satu per satu pengurus diiming-imingi pesangon di bawah ketentuan agar mau mundur,” tuturnya.

Dorongan untuk Terus Berjuang

Rasa tidak adil yang sering ia temui di lingkungan kerja menjadi pemicu semangatnya untuk aktif memperjuangkan hak-hak pekerja. Di masa itu, banyak hak dasar pekerja belum terpenuhi: mulai dari upah yang tidak sesuai, lembur tidak dibayar, tidak ada cuti tahunan, cuti haid, hingga jaminan sosial (Jamsostek).

“Saya berpikir bagaimana caranya memperjuangkan ketidakadilan itu. Saya harus belajar banyak dari serikat-serikat lain agar paham dunia ketenagakerjaan,” ujarnya.

Perjalanan Menjadi Ketua PUK

Tahun 1999 ia bergabung di PT Garudafood. Hanya setahun berselang, di tahun 2000, semangatnya dalam memperjuangkan hak-hak buruh membuat rekan-rekannya secara aklamasi menunjuknya menjadi Ketua PUK Serikat Pekerja.

“Saat itu banyak rekan kerja saya di-PHK sepihak, disuruh membuat surat pengunduran diri tanpa pesangon. Dengan bekal pengalaman sebelumnya, saya makin yakin harus memperjuangkan keadilan,” jelasnya.

Tantangan dan Perubahan

Tantangan terbesarnya datang ketika ia mengalami diskriminasi. Ia yang sebelumnya menjabat pengawas didemosi dan diisolasi agar tak bisa berkomunikasi dengan anggota.
“Saya benar-benar merasa diasingkan, tapi itu justru membuat saya semakin kuat,” kenangnya.

Namun waktu membawa perubahan. Kepemimpinan manajemen berganti, komunikasi kini berjalan baik dan saling bersinergi. “Hak-hak anggota kini terpenuhi dan kesejahteraan semakin meningkat,” ungkapnya dengan syukur.

Program dan Strategi PUK

Di bawah kepemimpinannya, PUK Garudafood aktif menjalankan berbagai program seperti:

  • Pelatihan penguatan organisasi dan peningkatan kapasitas pengurus,
  • Pertemuan rutin anggota menjelang pembahasan UMK,
  • Pelatihan dua tahunan bagi anggota di luar perusahaan,
  • Pembahasan dan pembaruan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dengan hasil di atas standar normatif.

Strategi utama yang ia terapkan adalah memahami hak-hak pekerja, karakter manajemen, serta menguasai peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan.
“Kunci bernegoisasi adalah paham dasar hukum dan komunikasi yang sinergi,” ujarnya.

Pandangan tentang Ketenagakerjaan Nasional

Menurutnya, kondisi ketenagakerjaan di Indonesia saat ini “sedang tidak baik-baik saja.” Ia menyoroti lapangan kerja yang sempit, upah murah, maraknya outsourcing, serta lemahnya sebagian pemimpin buruh yang mulai jauh dari kepentingan pekerja.

“Buruh harus melek teknologi, waspada terhadap regulasi yang tidak berpihak, dan siap menghadapi dunia kerja yang makin keras,” pesannya.

Suhu Panas Ekstrem Melanda Akibat Kulminasi Matahari

Sidoarjo, Media redaksinews.info/ | 16 Oktober 2025 – Beberapa wilayah di Indonesia tengah dilanda suhu panas ekstrem yang mencapai lebih dari 36 derajat Celsius. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa kondisi ini disebabkan oleh fenomena kulminasi matahari, yaitu saat posisi matahari berada tepat di atas kepala suatu wilayah.

Apa Itu Kulminasi Matahari?

Kulminasi matahari merupakan fenomena ketika matahari berada tepat di atas garis lintang suatu daerah, sehingga bayangan benda tegak akan menghilang sejenak karena jatuh tepat di bawahnya. Peristiwa ini biasanya terjadi dua kali dalam setahun di wilayah tropis, termasuk Indonesia.

Fenomena ini menyebabkan peningkatan intensitas radiasi sinar matahari yang diterima permukaan bumi secara langsung. Akibatnya, suhu udara terasa jauh lebih panas dari biasanya, terutama pada siang hari antara pukul 10.00 hingga 15.00 WIB.

Wilayah yang Terdampak

Beberapa wilayah yang melaporkan suhu tertinggi meliputi:

  • Surabaya dan Sidoarjo: mencapai 37°C
  • Jakarta dan Bekasi: sekitar 36°C
  • Yogyakarta dan Semarang: antara 35–36°C
  • Palembang dan Pontianak: hingga 37°C

BMKG memperkirakan puncak kulminasi matahari akan berlangsung hingga akhir Oktober 2025, tergantung pada posisi lintang masing-masing daerah.

Dampak yang Dirasakan Masyarakat

Kenaikan suhu ekstrem ini berdampak pada berbagai sektor, antara lain:

  • Kesehatan: meningkatnya risiko dehidrasi, heatstroke, dan kelelahan akibat panas.
  • Pertanian: beberapa tanaman mengalami kekeringan akibat intensitas panas yang tinggi.
  • Kehidupan sehari-hari: masyarakat mengeluhkan suhu ruangan yang lebih gerah meskipun menggunakan pendingin udara.

BMKG mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruanganmemperbanyak minum air putih, serta menggunakan pelindung diri seperti topi, payung, dan tabir surya saat beraktivitas di bawah terik matahari.

Imbauan dan Edukasi Publik

Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Andi Prasetyo, menegaskan bahwa fenomena ini bukan gelombang panasseperti yang terjadi di Timur Tengah atau Asia Selatan, melainkan peristiwa tahunan alami akibat pergerakan semu matahari.

“Masyarakat tidak perlu panik. Ini fenomena normal yang terjadi dua kali dalam setahun. Namun tetap perlu waspada terhadap dampaknya terhadap kesehatan,” ujarnya.

Kesimpulan

Fenomena kulminasi matahari menjadi pengingat penting akan dinamika alam yang memengaruhi iklim tropis Indonesia. Meski bersifat sementara, masyarakat diimbau untuk beradaptasi dan menjaga kesehatan, terutama di tengah perubahan iklim global yang memperburuk suhu ekstrem di berbagai belahan dunia.

Andri : Saatnya Berubah — Lepas dari Jeratan Utang Dengan Konsisten dan Komitmen Membuat Perencanaan Keuangan Yang Matang

Sidoarjo, Media redaksinews.info/ | Di tengah meningkatnya tekanan ekonomi dan gaya hidup konsumtif, semakin banyak masyarakat Indonesia yang menyadari pentingnya perubahan perilaku finansial. Salah satu langkah besar yang kini mulai digerakkan adalah semangat untuk lepas dari jeratan utang dengan komitmen dan konsistensi dalam mengelola keuangan pribadi.

Fenomena utang tanpa perencanaan, mulai dari penggunaan kartu kredit, paylater, hingga pinjaman online (pinjol), dan belanja online masih menjadi tantangan besar. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah pengguna pinjaman online terus meningkat dari tahun ke tahun, menunjukkan masih rendahnya kemampuan masyarakat dalam membuat perencanaan keuangan jangka panjang. ungkap Andri

Namun, di balik tantangan tersebut, muncul gerakan positif untuk berubah masyarakat pekerja mulai belajar menahan diri dari perilaku konsumtif, menata ulang prioritas keuangan, dan menumbuhkan kesadaran bahwa hidup tanpa utang berarti hidup lebih tenang dan sehat secara mental.

“Perubahan gaya hidup finansial tidak bisa instan. Kuncinya adalah komitmen dan konsistensi. Mulai dari hal kecil, seperti berhenti menambah utang baru, membuat daftar kebutuhan prioritas, hingga menyisihkan penghasilan untuk tabungan dan dana darurat,” Ujar Andri.

Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk keluar dari jeratan utang antara lain:

  1. Evaluasi seluruh kewajiban finansial dan buat daftar prioritas pelunasan.
  2. Berhenti menambah utang baru, terutama yang bersifat konsumtif.
  3. Buat rencana keuangan realistis, mencakup kebutuhan pokok, tabungan, dan cadangan darurat.
  4. Bangun kebiasaan menabung otomatis setiap menerima penghasilan.
  5. Cari sumber penghasilan tambahan yang legal dan berkelanjutan.

Dengan langkah-langkah tersebut, masyarakat diharapkan dapat membangun kemandirian finansial dan menjauh dari tekanan akibat beban utang. Tidak hanya berdampak pada keuangan pribadi, perubahan perilaku ini juga berkontribusi pada stabilitas ekonomi rumah tangga dan produktivitas kerja.

“Lepas dari utang bukan hanya soal angka, tapi tentang merdeka secara mental dan finansial. Komitmen untuk tidak berutang lagi adalah bentuk keberanian mengubah masa depan,” tambah Andri.

Gerakan ini sejalan dengan upaya OJK dan Bank Indonesia dalam meningkatkan literasi serta inklusi keuangan, agar masyarakat semakin cerdas dalam mengelola uang, berinvestasi secara bijak, dan terhindar dari jeratan utang.

Gelombang Boikot Trans7 Meningkat, Netizen Serukan #BoikotTrans7 di Media Sosial
\"\"

Sidoarjo, Media redaksinews.info/ | Media sosial tengah ramai dengan seruan #BoikotTrans7 setelah muncul berbagai tanggapan publik terhadap tayangan yang dianggap tidak sensitif dan menimbulkan kontroversi. Aksi boikot ini menjadi salah satu topik paling ramai dibahas di platform X (Twitter), Instagram, dan TikTok sejak awal pekan ini.

Dalam foto yang beredar luas, terlihat simbol tangan yang menahan logo Trans7, dengan tulisan tegas “#BoikotTrans7”. Gambar tersebut menjadi representasi kekecewaan masyarakat terhadap konten yang dinilai telah melanggar norma sosial dan etika publik.

Penjelasan tentang Pemboikotan

Pemboikotan merupakan bentuk aksi protes sosial yang dilakukan masyarakat terhadap suatu lembaga, produk, atau media yang dianggap tidak sesuai dengan nilai moral, budaya, atau kepentingan publik. Dalam kasus Trans7, boikot muncul akibat tayangan yang dianggap menyinggung sebagian masyarakat serta ketidakjelasan permintaan maaf dari pihak stasiun televisi tersebut.

Alasan Boikot Trans7

Beberapa alasan utama yang melatarbelakangi munculnya aksi ini antara lain:

  1. Konten Tidak Peka Sosial – Tayangan di salah satu program hiburan Trans7 dinilai merendahkan kelompok tertentu dan menampilkan humor yang dianggap tidak pantas.
  2. Kurangnya Klarifikasi – Publik menilai pihak stasiun televisi lambat dalam memberikan klarifikasi dan permintaan maaf resmi.
  3. Kekecewaan terhadap Kualitas Siaran – Sejumlah pemirsa menilai bahwa acara Trans7 kini terlalu berorientasi pada sensasi dan kurang memberikan nilai edukatif.

Dampak dari Pemboikotan

Pemboikotan Trans7 membawa beberapa dampak nyata, baik bagi pihak stasiun televisi maupun masyarakat luas:

  • Penurunan Citra dan Kepercayaan Publik – Citra Trans7 sebagai salah satu televisi nasional mulai dipertanyakan oleh sebagian pemirsa.
  • Kemungkinan Penurunan Rating – Jika aksi boikot berlanjut, hal ini bisa mempengaruhi jumlah penonton dan iklan yang masuk.
  • Evaluasi Internal – Tekanan publik dapat mendorong manajemen Trans7 untuk melakukan evaluasi besar-besaran terhadap kebijakan program dan etika penyiaran.

Tanggapan Publik

Sejumlah warganet menilai aksi ini sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap dunia media yang lebih bermartabat. “Kita hanya ingin siaran yang mendidik, bukan yang menyinggung,” tulis salah satu pengguna media sosial.

Sementara itu, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak Trans7 terkait aksi boikot yang semakin meluas di dunia maya.

Pemboikotan Trans7 mencerminkan meningkatnya kesadaran publik terhadap tanggung jawab media. Masyarakat kini lebih kritis dalam memilih tontonan dan menuntut lembaga penyiaran agar lebih berhati-hati dalam menayangkan konten.

Presiden Prabowo Saksikan Perjanjian Perdamaian Israel-Gaza: Reaksi Dunia dan Tantangan ke Depan

Sharm El-Sheikh, Mesir / Jakarta, Media redaksinews.info/ | Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto hadir sebagai saksi utama dalam penandatanganan Perjanjian Perdamaian dan Penghentian Perang Gaza, yang dilaksanakan di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian di Sharm El-Sheikh, Mesir, pada 13 Oktober 2025.

Dokumen perjanjian tersebut ditandatangani oleh pemimpin sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Mesir, Turki, dan Qatar.


Isi Kesepakatan: Gencatan Senjata, Penarikan Pasukan, Pembebasan Sandera

Presiden Prabowo memaparkan beberapa poin inti dari perjanjian damai tersebut:

Gencatan senjata segera antara Israel dan Hamas mulai diberlakukan sebagai langkah awal perdamaian menyeluruh.

Penarikan pasukan Israel dari wilayah Gaza merupakan komitmen penting dalam kesepakatan yang disahkan.

Pembebasan sandera dan/atau jenazah yang belum ditemukan menjadi bagian dari tahapan implementasi perdamaian.

Presiden Prabowo menyebut bahwa partisipasi Indonesia di KTT ini bukan sekadar simbol, melainkan aksi nyata dalam diplomasi kemanusiaan.


Reaksi Internasional & Pengakuan Dunia

Sejumlah pihak, baik dari dalam negeri maupun dari komunitas internasional, merespons sangat positif terhadap peran Indonesia dan Presiden Prabowo:

  1. Barisan Intelektual Strategi Objektif Nasional (Bison)
    Organisasi ini menyebut langkah Prabowo sebagai “pencapaian historis”. Mereka menilai kehadiran Indonesia sebagai aktor perdamaian global semakin memperkuat citra diplomasi bangsa.
  2. Partai Politik dan DPR RI
    Anggota Komisi I DPR, Syamsu Rizal, berharap bahwa momentum ini digunakan untuk mendesak agar semua pihak . terutama Israel ,mematuhi isi perjanjian, termasuk gencatan senjata permanen.
  3. Pemimpin Dunia dan Publik Internasional
    Meski belum semua pemimpin secara publik mengeluarkan pernyataan panjang, sejumlah reaksi awal memuji bahwa perjanjian ini adalah lompatan signifikan dalam upaya menyelesaikan konflik yang telah lama berlangsung. Keterlibatan banyak negara dan pemimpin global dianggap menambah kredibilitas dokumen damai ini.

Pernyataan Presiden Prabowo: Seimbang dan Tegas

Dalam beberapa kesempatan, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa perdamaian sejati akan datang jika beberapa syarat dipenuhi:

\"\"

“Kita harus memiliki Palestina yang merdeka, tetapi kita juga harus mengakui, kita juga harus menghormati, dan kita juga harus menjamin keselamatan dan keamanan Israel. Hanya dengan begitu kita bisa memiliki perdamaian sejati, perdamaian yang nyata, tanpa kebencian dan tanpa kecurigaan.”

Prabowo menggarisbawahi bahwa Indonesia mendukung penuh solusi dua negara dan bahwa pengakuan terhadap hak-hak Palestina mutlak diperlukan, sembari memastikan bahwa keamanan Israel juga dihargai.


Tantangan Pelaksanaan & Kritik

Meskipun rata-rata reaksi positif, ada beberapa catatan yang perlu dicermati:

Keberlanjutan gencatan senjata: Tidak sedikit yang mempertanyakan apakah gencatan senjata ini akan dipegang teguh dan dipatuhi oleh semua pihak dalam jangka panjang.

Penarikan pasukan membutuhkan pengawasan internasional yang kuat agar tidak ada pelanggaran setelah penandatanganan.

Rekonstruksi dan bantuan kemanusiaan di Gaza menjadi pekerjaan besar yang memerlukan koordinasi dari negara-negara donor, lembaga internasional, serta bantuan teknis dan keuangan yang cukup.

Ekspektasi publik di dalam negeri Indonesia juga tinggi; banyak yang berharap Indonesia bisa terus menjadi suara penengah dan kunci dalam implementasi perdamaian, bukan hanya sebagai saksi.


Signifikansi bagi Indonesia & Dunia

Penguatan peran diplomatik Indonesia
Kehadiran Presiden Prabowo di forum internasional sebagai saksi perjanjian damai memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara Muslim yang aktif dalam diplomasi Timur Tengah.

Momentum dua negara (two-state solution)
Perjanjian ini menjadi bukti nyata bahwa solusi dua negara ,yang menuntut kemerdekaan Palestina dan pengakuan terhadap keamanan Israel tetap menjadi basis diskusi internasional.

Keterlibatan aktif dalam aksi kemanusiaan
Indonesia kini dipandang tidak hanya sebagai negara yang berpendapat secara politis, tapi juga sebagai pihak yang siap mengambil tindakan: pengiriman bantuan kemanusiaan, dukungan rekonstruksi, dan kemungkinan kontribusi pasukan penjaga perdamaian bila ada mandat internasional.


Kesimpulan & Prospek ke Depan

Penandatanganan perjanjian perdamaian Gaza di KTT Sharm El-Sheikh dengan Presiden Prabowo sebagai saksi adalah langkah monumental bagi diplomasi internasional dan upaya menyudahi konflik Israel-Hamas. Namun, proses ini baru awal: tantangan nyata menunggu dalam pengimplementasian isi perjanjian, pengawasan internasional, serta partisipasi semua pihak secara konsisten.

Untuk Indonesia, ini bisa menjadi titik balik penting dalam politik luar negeri: memperlihatkan bahwa Indonesia tidak hanya bersuara di forum diplomatik, tapi juga memiliki otoritas moral dan komitmen untuk ikut memperjuangkan kedamaian dan keadilan di dunia.