RAMAYANA FAIR RESMI DIBUKA, HADIRKAN SNACK JUMBO VIRAL & FREE GAMES UNTUK SEMUA PENGUNJUNG

Sidoarjo, Media redaksinews.info/ | Gambar gembira bagi warga Sidoarjo dan sekitarnya, Ramayana Fair Sidoarjo 2025–2026 resmi dibuka mulai 15 November 2025 hingga 4 Januari 2026. Event besar dengan nuansa kemeriahan dan beragam permainan ini untuk memberikan hiburan, belanja, dan pengalaman berbeda bagi warga Sidoarjo dan sekitarnya.

Salah satu magnet utama dalam acara ini adalah Snack Jumbo Viral yang kini menjadi buruan para pengunjung. Dengan harga mulai Rp50.000 sampai Rp300.000 per bag, pengunjung bisa memilih berbagai macam snack favorit dan mengisinya sepuasnya.

Tidak hanya itu, Ramayana Fair juga menyediakan free games yang dapat diikuti oleh semua pengunjung. Yang paling ramai adalah tantangan mengisi bag snack sampai penuh dalam waktu hanya 1 menit, membuat area permainan selalu dipadati warga yang ingin merasakan keseruannya.

Antusiasme masyarakat sangat tinggi sejak hari pertama. Banyak keluarga datang bersama-sama, menikmati jajanan, mengikuti games, hingga berburu promo menarik khas Ramayana Fair.

Penyelenggara berkomitmen menghadirkan Ramayana Fair 2025–2026: Hadir Lebih Meriah, Lebih Seru, dan Penuh Kejutan, acara yang aman, meriah, dan memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh pengunjung khususnya warga Sidoarjo dan .

Marsinah Dinobatkan Sebagai Pahlawan Buruh Nasional, Simbol Perjuangan Kaum Pekerja Indonesia

Jakarta, Media redaksinews.info/ | Pemerintah Republik Indonesia secara resmi menetapkan Marsinah sebagai Pahlawan Buruh Nasional atas jasanya memperjuangkan hak-hak pekerja dan keadilan sosial di Indonesia. Pengakuan ini menjadi tonggak sejarah penting bagi gerakan buruh Indonesia sekaligus penghormatan atas keberanian seorang perempuan pekerja yang gugur demi memperjuangkan nasib sesama buruh.

Marsinah, Sosok Perempuan Tangguh dari Nganjuk

Marsinah lahir pada 10 April 1969 di Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur. Ia bekerja di PT Catur Putra Surya (CPS) Porong, Sidoarjo, sebagai buruh pabrik arloji. Dikenal berani dan tegas, Marsinah aktif menyuarakan aspirasi rekan-rekannya terkait kenaikan upah, perbaikan kondisi kerja, dan hak-hak pekerja perempuan.

Pada Mei 1993, Marsinah terlibat dalam aksi mogok kerja menuntut keadilan bagi buruh yang dipecat secara sepihak. Beberapa hari kemudian, ia ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tragis di daerah Wilangan, Nganjuk. Tragedi ini mengguncang Indonesia dan menjadikan nama Marsinah sebagai simbol perjuangan hak asasi manusia dan keadilan bagi kaum pekerja.

Penetapan Marsinah Sebagai Pahlawan Buruh Nasional

Penobatan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional Bidang Perburuhan diumumkan secara resmi oleh pemerintah melalui Kementerian Sosial dalam rangka peringatan Hari Pahlawan Nasional 10 November 2025. Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan tersebut kepada keluarga Marsinah di Istana Negara.

“Pemerintah memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada almarhumah Marsinah atas keberaniannya memperjuangkan hak pekerja di tengah tekanan dan ancaman. Semangat juangnya adalah teladan bagi seluruh buruh Indonesia,” ujar Presiden dalam pidatonya.

Kementerian Ketenagakerjaan dan berbagai organisasi serikat buruh nasional, termasuk KSPI, FSP KEP, dan Jamkeswatch, turut menyambut gembira keputusan tersebut. Mereka menilai penetapan ini sebagai bentuk pengakuan negara terhadap perjuangan kelas pekerja, khususnya perempuan.

Makna Gelar Pahlawan Buruh Nasional bagi Kaum Pekerja

Bagi gerakan buruh, gelar yang diberikan kepada Marsinah bukan sekadar penghargaan simbolik, tetapi juga pengingat bahwa perjuangan buruh untuk upah layak, jaminan sosial, dan kebebasan berserikat masih terus berlanjut. Marsinah menjadi inspirasi bagi generasi muda pekerja untuk tidak takut bersuara demi keadilan sosial.

\"\"

Ketua Umum FSP KEP-KSPI, Sunandar, menyatakan bahwa perjuangan Marsinah akan terus hidup dalam semangat setiap pekerja.

“Marsinah bukan hanya nama, tapi semangat perjuangan buruh Indonesia yang abadi. Gelar ini milik seluruh pekerja yang berjuang dengan hati dan keberanian,” ujarnya.

Momentum Kebangkitan Gerakan Buruh Indonesia

Penetapan Marsinah sebagai Pahlawan Buruh Nasional menjadi momentum penting bagi seluruh serikat pekerja untuk memperkuat solidaritas, advokasi, dan pendidikan perburuhan. Pemerintah diharapkan terus meningkatkan perlindungan terhadap hak-hak pekerja dan menjadikan nilai perjuangan Marsinah sebagai dasar kebijakan ketenagakerjaan yang berkeadilan.

Dengan pengakuan ini, Marsinah resmi menjadi ikon perjuangan buruh Indonesia, sejajar dengan para pahlawan bangsa yang telah berkorban demi tegaknya nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan kesejahteraan sosial.

Pemasangan Stiker “Keluarga Miskin” oleh Dinas Sosial Kabupaten Kepahiang Berujung Pengunduran Diri Penerima Bansos

Kabupaten Kepahiang, Media redaksinews.info/ | Pemerintah Kabupaten Kepahiang melalui Dinas Sosial berencana memasang stiker bertuliskan “Keluarga Miskin” pada rumah-rumah penerima bantuan sosial (Bansos) sebagai bagian dari langkah verifikasi data penerima. Namun, langkah ini memunculkan kontroversi dan pengunduran diri dari beberapa penerima manfaat.

Menurut laporan, sejumlah warga yang selama ini memperoleh Bansos memilih mengundurkan diri ketika petugas sosial hendak menempel stiker di rumah mereka. Salah satu warga menolak pemasangan dengan alasan bahwa kondisi rumahnya sudah layak, bahkan memiliki mobil dan rumah yang cukup bagus , sehingga merasa label “keluarga miskin” tidak sesuai.

Latar Belakang

Langkah ini dilatar belakangi upaya Dinas Sosial untuk memperketat ketepatan sasaran program Bansos. Program pemasangan stiker merupakan bagian dari verifikasi lapangan guna memastikan bahwa data penerima bantuan sosial benar-benar tertuju kepada keluarga yang memenuhi kriteria.

Kronologi

Sejak awal Oktober 2025, tim verifikasi dari Dinas Sosial Kabupaten Kepahiang mulai mendatangi rumah-rumah penerima manfaat dan memasang stiker “Keluarga Miskin” di bagian luar rumah.

Beberapa rumah yang dilaporkan cukup layak dan memiliki aset signifikan tetap dicatat sebagai penerima bantuan dan menjadi target pemasangan stiker.

Atas pemasangan stiker ini, sebagian warga memilih menyatakan mundur sebagai penerima manfaat agar stiker tidak ditempel di rumah mereka karena merasa malu atau merasa tidak layak mendapat label “keluarga miskin”.

Dampak yang Terjadi

Pengunduran diri penerima manfaat: Beberapa keluarga memilih untuk melepas status sebagai penerima Bansos agar rumahnya tidak dipasangi stiker yang dianggap mencoreng harga diri.

Kritik sosial: Kebijakan pemasangan stiker dianggap menimbulkan stigma bagi penerima Bansos, khususnya bagi mereka yang merasa telah mampu atau memiliki aset yang layak.

Dinsos pasang stiker “Keluarga Miskin” di rumah penerima Bansos. “Kami malu, rumah kami tidak miskin,” ujar warga yang memilih mundur dari daftar penerima.

Validasi data terganggu: Karena penolakan pemasangan stiker oleh beberapa penerima, proses verifikasi dan pengumpulan data lapangan menjadi kurang lancar.

Pernyataan Resmi

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kepahiang menyatakan bahwa langkah ini masih dalam tahap evaluasi dan belum sepenuhnya diterapkan secara massal. Ia menegaskan bahwa tujuan utama adalah agar program bantuan sosial mencapai keluarga yang benar-benar membutuhkan. Namun, ia juga mengakui bahwa aspek sensitivitas sosial dan komunikasi publik perlu diperbaiki.

Rekomendasi Langkah Ke Depan

  1. Melakukan sosialisasi lebih intensif kepada masyarakat mengenai tujuan, mekanisme, dan arti pemasangan stiker agar tidak menimbulkan salah paham atau stigma negatif.
  2. Meninjau ulang aspek estetika dan penempatan stiker , mungkin menggunakan label atau tanda yang lebih halus agar tidak mencederai kesejahteraan psikologis penerima manfaat.
  3. Memastikan verifikasi data melalui metode yang lebih transparan, objektif, dan melibatkan partisipasi penerima manfaat, agar tidak muncul kasus penerima yang merasa tidak layak tetapi tetap terdaftar.
  4. Membangun mekanisme pengaduan terbuka bagi masyarakat yang merasa terjadi ketidaksesuaian data penerima Bansos atau merasa terlabel secara tidak adil.
Bidang Organisasi PUK SP KEP PT Young Tree Industries, Gelar Rapat Koordinasi Persiapan Musnik 2026

Sidoarjo, Media redaksinews.info/ | Pengurus Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak, Gas Bumi dan Umum (SP KEP) PT Young Tree Industries melalui Bidang Organisasi melaksanakan rapat koordinasi untuk membahas rencana awal pelaksanaan Musyawarah Unit Kerja (MUSNIK) yang ke- III. Kegiatan ini digelar di Kantor Sekretariat PUK SP KEP PT. Young Tree Industries, Pilang Banar Sidoarjo, sesaat setelah jam pulang kerja, dan dihadiri oleh sejumlah Pengurus serta anggota bidang organisasi. Jumat (7/11).

Rapat tersebut menjadi langkah awal yang sangat penting dalam proses menuju MUSNIK III, yang merupakan forum tertinggi dalam Serikat Pekerja tingkat Unit Kerja di perusahaan untuk mengevaluasi program kerja, menyusun rencana strategis baru, serta memilih Ketua dan kepengurusan periode berikutnya.

Dalam rapat ini, Bidang Organisasi menyepakati pembentukan Panitia MUSNIK III (PANMUSNIK) yang diberikan mandatnya kepada Suparto sebagai ketua dan membentuk team yang dibagi menjadi dua tim utama, yaitu:

  1. Steering Committee (SC) — Bertugas menyusun konsep acara, menentukan jadwal kegiatan, menyiapkan agenda sidang, serta memastikan jalannya Musnik sesuai dengan AD/ART organisasi. SC juga berperan mengarahkan teknis sidang dan mengawal substansi keputusan agar tetap sesuai dengan garis besar perjuangan Serikat Pekerja.
  2. Organizing Committee (OC) — Bertugas menjalankan operasional dan teknis pelaksanaan MUSNIK, seperti menyiapkan tempat, perlengkapan, konsumsi, undangan peserta, serta mengatur dokumentasi kegiatan. OC juga akan berkoordinasi langsung dengan setiap bidang agar Musnik berjalan lancar, efektif, dan partisipatif.

Selain pembagian tim, rapat juga membahas timeline pelaksanaan MUSNIK, rencana sosialisasi kepada anggota, dan strategi peningkatan partisipasi aktif pekerja dalam setiap tahapan kegiatan. Fenomena terbaru yang turut menjadi perhatian adalah meningkatnya kesadaran anggota terhadap pentingnya regenerasi kepemimpinan dan transparansi organisasi di tengah tantangan dunia kerja yang semakin kompleks, seperti perubahan kebijakan ketenagakerjaan, digitalisasi industri serta permasalahan perekonomian pekerja yang terjadi.

Ketua Bidang Organisasi, Riko Ramadhani, menyampaikan bahwa rapat ini menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas internal. “Kita ingin MUSNIK tahun ini bukan hanya formalitas, tetapi benar-benar menjadi wadah evaluasi dan pembaharuan gerak organisasi menuju Serikat Pekerja yang lebih kuat dan adaptif serta menghadirkan inovasi solusi terhadap kondisi saat ini,” ujarnya.

Rapat ditutup dengan penetapan jadwal rapat lanjutan serta pembagian tugas awal antara tim SC dan OC. Semangat kebersamaan dan komitmen tinggi dari seluruh peserta menjadi modal utama dalam mempersiapkan Musnik yang lebih berkualitas dan berdampak nyata bagi seluruh anggota PUK PT Young Tree Industries.

BANJIR MELANDA WILAYAH NGORO MOJOKERTO, PENGENDARA DIIMBAU WASPADA

Mojokerto – Media redaksinews.info/
Hujan lebat yang mengguyur wilayah Ngoro, Kabupaten Mojokerto, pada Rabu sore menyebabkan banjir di sejumlah titik. Debit air yang meningkat drastis membuat beberapa ruas jalan tergenang cukup tinggi hingga menyulitkan pengendara yang melintas, terutama pengendara sepeda motor.

Menurut pantauan di lokasi, genangan air terjadi akibat saluran drainase tidak mampu menampung volume air hujan yang datang secara tiba-tiba. Kondisi ini diperparah dengan intensitas hujan yang tinggi dan berlangsung cukup lama.

Warga setempat mengimbau agar pengendara lebih berhati-hati saat melintas di area yang tergenang air, karena jalan licin dan arus air cukup deras. “Banyak pengendara motor yang nekat melintas, padahal airnya sudah menutupi aspal,” ujar salah satu warga.

Pihak terkait diharapkan segera melakukan langkah penanganan agar air segera surut dan tidak mengganggu aktivitas warga. Dengan cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, masyarakat juga diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan.