Kunjungan Ketua Umum FSP KEP KSPI Sunandar, Bangun Sinergitas dengan BPJS Kesehatan Sidoarjo

Sidoarjo, Media redaksinews.info/ | Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak, Gas Bumi dan Umum Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (FSP KEP KSPI) Sunandar, SH melakukan kunjungan silaturahmi ke BPJS Kesehatan Kantor Cabang Sidoarjo.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk memperkuat komunikasi dan membangun sinergitas antara Serikat Pekerja dan BPJS Kesehatan dalam meningkatkan pelayanan jaminan sosial bagi pekerja.

Dalam kunjungan itu, Sunandar didampingi oleh jajaran pengurus DPC FSP KEP Kabupaten Sidoarjo dan disambut dengan penuh kehangatan oleh Kepala Cabang BPJS Kesehatan Sidoarjo, Bapak Munakib, beserta Bapak Yudi, Kepala Bidang Kepesertaan, dan Bapak Winang, Kepala Bidang Komunikasi.

\"\"
Ketua Umum FSP KEP-KSPI Bpk Sunandar bersama Bpk Munakib Kacab BPJS kesehatan Sidoarjo

Dalam dialog yang berlangsung terbuka dan konstruktif, Sunandar menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan antara Serikat Pekerja dan BPJS Kesehatan. Menurutnya, kerja sama yang baik akan membantu kedua pihak dalam menyikapi setiap dinamika dan persoalan yang muncul di lapangan, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan dan hak-hak jaminan kesehatan bagi para pekerja.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap pekerja mendapatkan hak jaminan sosial kesehatan dengan pelayanan yang optimal. Komunikasi dan koordinasi yang baik antara BPJS dan Serikat Pekerja menjadi kunci utama dalam mewujudkan hal tersebut,” ujar Sunandar.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, Munakib, menyambut baik kunjungan tersebut dan menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama dengan Serikat Pekerja.

“BPJS Kesehatan terbuka terhadap masukan dan siap berkolaborasi dengan Serikat Pekerja agar pelayanan kepada peserta, khususnya pekerja, dapat terus ditingkatkan,” ungkapnya.

Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan kelembagaan antara BPJS Kesehatan dan FSP KEP KSPI, sekaligus mempertegas komitmen kedua pihak untuk terus berupaya meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan kesehatan bagi seluruh pekerja di Indonesia.

Sektor Manufaktur Indonesia Turun Drastis, CEO LG Electronics: Cerminan Deindustrialisasi

Jakarta, Media redaksinews.info/ | Kontribusi sektor manufaktur Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) terus menurun tajam dalam dua tahun terakhir. Data menunjukkan bahwa pangsa sektor manufaktur turun dari 32 persen pada 2022 menjadi hanya sekitar 19 persen pada 2024.

Penurunan ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait daya saing industri nasional, keberlanjutan lapangan kerja, serta prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia.

CEO LG Electronics Indonesia, Ha Sang-chul, menegaskan bahwa tren ini tidak boleh dipandang remeh.

“Penurunan tersebut mencerminkan meningkatnya tekanan deindustrialisasi, hilangnya lapangan kerja, serta erosi bertahap terhadap kelas menengah,” ujarnya.

Dampak Penurunan Manufaktur

  1. Deindustrialisasi: Penurunan pangsa manufaktur mengindikasikan melemahnya sektor industri yang selama ini menjadi motor ekonomi.
  2. Hilangnya Lapangan Kerja: Sektor manufaktur yang padat karya berisiko mengurangi kapasitas perekrutan tenaga kerja.
  3. Melemahnya Kelas Menengah: Berkurangnya peran manufaktur dikhawatirkan memperlambat mobilitas ekonomi masyarakat menuju kelas menengah.

Harapan dan Solusi

Para pelaku industri berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah strategis, termasuk:

memperkuat daya saing manufaktur melalui investasi dan inovasi,

mendorong transformasi digital industri,

memperluas pasar ekspor, dan

menghadirkan kebijakan industrialisasi yang berkelanjutan.

Dengan strategi yang tepat, Indonesia masih memiliki peluang besar untuk mengembalikan sektor manufaktur sebagai pilar utama perekonomian nasional.