CENTRAL WARUNG KULINER TRAWAS, SURGA KULINER DI KAKI GUNUNG WELIRANG

Mojokerto, Media redaksinews.info/ | Bagi para pencinta kuliner yang tengah berwisata ke kawasan sejuk Trawas, Central Warung Kuliner Trawas di Jalan Welirang, Ketapanrame, menjadi destinasi yang tak boleh dilewatkan. Tempat ini dikenal sebagai salah satu pusat kuliner favorit warga maupun wisatawan dengan suasana yang nyaman dan pilihan menu yang menggugah selera.

Central Warung Kuliner Trawas menyediakan beragam jenis minuman lengkap, mulai dari minuman panas hingga dingin yang cocok dinikmati di tengah udara segar pegunungan. Namun, daya tarik utama dari tempat ini terletak pada menu sate-nya yang menjadi favorit pengunjung.

Beragam pilihan sate tersedia di sini, mulai dari Sate Madura hingga Sate Taichan, dengan pilihan daging ayam, kambing, kelinci, dan jamur. Cita rasa khas bumbunya begitu medok, berpadu dengan tekstur daging yang padat dan empuk, membuat setiap gigitan terasa istimewa.

Selain rasa yang nikmat, suasana warung yang hangat dan pelayanan yang ramah menjadikan Central Warung Kuliner Trawas tempat ideal untuk berkumpul bersama keluarga maupun teman.

Dengan kelezatan sate yang menggoda dan aneka minuman yang menyegarkan, Central Warung Kuliner Trawas layak menjadi destinasi kuliner wajib saat berkunjung ke Trawas.

📍 Alamat: Jalan Welirang, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto

Banten dilirik Investor, Wagub pastikan permudah perizinan

Serang, suarapergerakkan.id – Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah menyampaikan bahwa Provinsi Banten kini menjadi salah satu daerah yang paling diminati oleh investor sehingga Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten pun berkomitmen mempermudah seluruh proses perizinan investasi untuk menarik lebih banyak penanaman modal di berbagai sektor.

Hal tersebut disampaikan Dimyati seusai menghadiri Banten Investment Forum 2025 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Rabu (22/10/2025). Forum tersebut mengusung tema Accelerating Inclusive Economic Growth in Banten Through Green Economy Investment: Industrial, Tourism and Hospitality Sectors.

Menurut Dimyati, Pemprov Banten telah menerapkan sistem Online Single Submission (OSS) dalam pengurusan perizinan berusaha agar prosesnya lebih efektif, cepat, nyaman, dan mudah. Ia menegaskan seluruh proses tersebut tidak dipungut biaya.

“Saya pastikan berinvestasi di Banten ini menguntungkan dan aman. Kalau ada yang mencoba melakukan pungli, kita akan langsung sikat. Itu sudah kita lakukan pada saat kasus di Chandra Asri,” jelasnya.

Wagub menambahkan, hampir seluruh pemerintah daerah di Banten kini telah memiliki Mal Pelayanan Publik (MPP) sebagai inovasi untuk memudahkan proses perizinan bagi investor.

“Lahan kita masih luas. Bahkan di Kabupaten Lebak dan Pandeglang kita akan membuka kawasan industri baru yang berbasis industri hijau. Selain itu, di wilayah Lebak dan Pandeglang juga kita akan optimalkan untuk pengembangan sektor pariwisata dan bisnis hospitality,” jelasnya.

Menurut Dimyati, posisi strategis Provinsi Banten menjadi nilai tambah bagi investor. Baik dari sisi letak geografis maupun infrastruktur yang mendukung.

“Akses transportasi laut kita punya beberapa pelabuhan dan dermaga yang bisa dilalui kapal besar di Merak, Bojonegara, dan Anyer. Akses udara kita punya bandara terbesar di Indonesia, yaitu Bandara Soekarno–Hatta. Apalagi jalur darat kita punya tol Jakarta–Merak dan Serang–Panimbang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten, Ameriza M Moesa menyatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu strategi untuk mendorong kinerja pertumbuhan ekonomi sebagaimana Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen pada tahun 2029.

“Investasi merupakan salah satu kunci untuk bisa menangkap pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi lagi,” katanya.

Ameriza juga meyakini bahwa forum ini mampu mengangkat potensi daerah untuk memperluas investasi di seluruh pemerintah daerah. Khususnya di tiga sektor utama yaitu ekonomi hijau, pariwisata, dan hospitality.

“Banten mempunyai potensi yang sangat strategis dan berdekatan dengan ibu kota sehingga sangat layak untuk dijadikan hospitality industry center,” pungkasnya.

Stress Financial, Persoalan Utama Yang Jadi Momok Bagi Buruh

Sidoarjo, Media redaksinews.info/ | Pengurus Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak, Gas Bumi dan Umum (SP KEP) PT Young Tree Industries melakukan diskusi internal di kantor DPC FSP KEP Kabupaten Sidoarjo, membahas fenomena stres finansial yang menjadi trend dan mulai dirasakan sebagian pekerja di lingkungan perusahaan.Jum\’at, (17/10).

Kegiatan yang dilakukan oleh pengurus PUK dan perwakilan ini sebagai langkah dalam mengumpulkan dan menganalisis data terkait kondisi ekonomi dan beban keuangan rumah tangga Pekerja dan Buruh yang kerap dialami dan berpotensi menjadi pemicu stress finansial.

Dalam diskusi tersebut, para pengurus menganalisis berbagai trend yang muncul di kalangan Buruh, seperti meningkatnya ketergantungan terhadap pinjaman online (pinjol), penggunaan fasilitas paylater, serta menurunnya daya beli akibat kenaikan harga kebutuhan pokok. Faktor-faktor tersebut dinilai berpotensi memicu stres finansial, yang tidak hanya berdampak pada kesejahteraan individu tetapi juga produktivitas kerja.

Ketua PUK SP KEP PT Young Tree Industries, Supangat, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memahami secara mendalam situasi keuangan pekerja, sehingga serikat dapat merumuskan langkah-langkah preventif maupun solusi kolektif.

“Kami ingin memastikan bahwa pekerja tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga tangguh secara mental dan finansial. Stres finansial ini harus direspons bersama agar tidak mengganggu kinerja maupun keharmonisan di lingkungan kerja,” ujarnya.

Selain menganalisis trend, peserta juga membahas pentingnya literasi keuangan di kalangan Buruh, termasuk kebiasaan menabung, pengelolaan anggaran rumah tangga, serta upaya untuk menghindari utang konsumtif.

Supangat juga menyebutkan bahwa langkah pengurus PUK SP KEP PT Young Tree Industries menjadi langkah positif dalam memperkuat kesadaran finansial di tingkat basis.

“Langkah ini sejalan dengan semangat FSP KEP untuk menciptakan pekerja yang sejahtera, mandiri, dan berdaya secara ekonomi,” terang Supangat.

Diskusi diakhiri dengan rencana tindak lanjut berupa program edukasi keuangan bagi anggota serta penyusunan survei internal untuk memetakan tingkat stres finansial pekerja.

Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak, Gas Bumi dan Umum (FSP KEP) merupakan bagian dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang berkomitmen dan konsisten memperjuangkan hak-hak Pekerja, Kesejahteraan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di berbagai sektor industri.

Gubernur Andra Soni optimis Koperasi Merah Putih dongkrak ekonomi Banten

Tangerang, redaksinews.info/ – Gubernur Banten Andra Soni menyatakan optimismenya terhadap keberadaan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diyakini mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan perekonomian daerah melalui penguatan kelembagaan koperasi.

“Alhamdulillah, saat ini kelembagaan Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih di Provinsi Banten sudah berdiri sebanyak 1.551,” ungkap Andra Soni saat menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis Perkoperasian dan Serah Terima Pendanaan CSR untuk Permodalan Koperasi Desa, Kelurahan Merah Putih di Gedung Serba Guna (GSG) Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Kamis.

Gubernur Andra menjelaskan, pembangunan dari desa merupakan salah satu program utama Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya Asta Cita ke-6 yang berfokus pada pembangunan dari desa dan dari bawah sebagai upaya pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan.

“Hampir satu tahun beliau memimpin, banyak kemajuan yang kami dapatkan dan banyak stimulan yang diterima oleh Provinsi Banten. Salah satunya adalah pembentukan 1.551 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih,” katanya.

Lebih lanjut, Andra Soni berharap pelatihan dan dukungan CSR bagi KDKMP diiringi dengan sinergi semua pihak mulai dari kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perguruan tinggi, hingga sektor industri untuk mendorong pengembangan produk unggulan desa dan kelurahan.

“Contohnya, kita bisa fokus pada peningkatan produktivitas dan modernisasi pertanian, pelatihan petani muda sebagai upaya regenerasi petani, pengembangan energi terbarukan di desa, serta wisata pedesaan,” imbuhnya.

Bahkan, untuk mendukung program prioritas pembangunan desa, Pemprov Banten pada tahun 2025 juga memberikan bantuan keuangan sebesar Rp100 juta untuk setiap desa dari total 1.238 desa di Provinsi Banten.

\”Selain itu, Pemprov Banten telah menjalankan program Bangun Jalan Desa Sejahtera. Dalam delapan bulan, Pemprov telah membangun sekitar 64 ruas jalan dan kami juga akan mengembangkan jalan usaha tani guna meningkatkan nilai tukar petani,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Ferry Juliantono menilai kegiatan bimbingan teknis tersebut bukan sekadar acara seremonial, melainkan bagian dari gerakan besar untuk memperkuat koperasi di tingkat desa.

\”Saya mengapresiasi kepada bupati dan seluruh pihak yang mendukung acara ini untuk sebesar-besarnya memberikan manfaat kepada masyarakat melalui optimalisasi KDKMP,” ujarnya.

Menurutnya, kekuatan koperasi terletak pada sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, jujur, dan mau belajar. Karena itu, pelatihan menjadi penting agar pengurus memahami tata kelola koperasi, keuangan, pelayanan anggota, hingga pengembangan usaha.

“Koperasi yang kuat itu juga harus didukung dengan teknologi. Nanti di Kementerian Koperasi akan ada sistem informasi manajemen Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih. Bapak dan Ibu akan diajari untuk bisa memasukkan input-input yang diperlukan bagi integrasi sistem informasi manajemen Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih,” katanya.

Ferry menambahkan, pembentukan KDKMP merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menjadikan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional.

“Koperasi adalah cita-cita kita semua, karena itu termaktub di dalam Undang-Undang Dasar 1945, khususnya Pasal 33. Itu sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa, bahwa koperasi merupakan soko guru perekonomian nasional,” jelasnya.

Bahkan, Ferry juga mengapresiasi kepada Provinsi Banten yang terus mendukung perkembangan koperasi desa kelurahan merah putih. Bahkan masuk sebagai provinsi tercepat pembentukan lembaga koperasi desa kelurahan merah putih.

\”Provinsi Banten termasuk yang tercepat dalam proses pembentukan koperasi merah putih,\”

Dalam kesempatan yang sama, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung Reda Manthovani turut menyambut baik kegiatan bimbingan teknis bagi Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Tangerang.

“Jadi kegiatan bimtek ini memang perlu kita lakukan terus. Harapannya, dengan bimtek ini dapat memberikan pemahaman bagi para pengurus koperasi untuk bisa mengelola usahanya, mengelola bisnisnya dengan baik, benar, dan lancar,” katanya.

Bahkan pihaknya akan terbuka untuk membantu pendamping pemahaman untuk seluruh koperasi di Indonesia. Khususnya pada pendamping dan pemahaman hukum.

“Kami akan terus berkontribusi untuk memberikan pemahaman hukum kepada para pengurus koperasi melalui semua kesempatan yang ada, termasuk pada kegiatan pelatihan yang dilaksanakan pada kesempatan ini,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kajati Banten Siswanto, Wakajati Banten Yuliana Sagala, Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid, Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah, jajaran Kementerian Koperasi dan UKM RI, Forkopimda Provinsi Banten, Forkopimda Kabupaten Tangerang, serta tamu undangan lainnya.

Andri : Saatnya Berubah — Lepas dari Jeratan Utang Dengan Konsisten dan Komitmen Membuat Perencanaan Keuangan Yang Matang

Sidoarjo, Media redaksinews.info/ | Di tengah meningkatnya tekanan ekonomi dan gaya hidup konsumtif, semakin banyak masyarakat Indonesia yang menyadari pentingnya perubahan perilaku finansial. Salah satu langkah besar yang kini mulai digerakkan adalah semangat untuk lepas dari jeratan utang dengan komitmen dan konsistensi dalam mengelola keuangan pribadi.

Fenomena utang tanpa perencanaan, mulai dari penggunaan kartu kredit, paylater, hingga pinjaman online (pinjol), dan belanja online masih menjadi tantangan besar. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah pengguna pinjaman online terus meningkat dari tahun ke tahun, menunjukkan masih rendahnya kemampuan masyarakat dalam membuat perencanaan keuangan jangka panjang. ungkap Andri

Namun, di balik tantangan tersebut, muncul gerakan positif untuk berubah masyarakat pekerja mulai belajar menahan diri dari perilaku konsumtif, menata ulang prioritas keuangan, dan menumbuhkan kesadaran bahwa hidup tanpa utang berarti hidup lebih tenang dan sehat secara mental.

“Perubahan gaya hidup finansial tidak bisa instan. Kuncinya adalah komitmen dan konsistensi. Mulai dari hal kecil, seperti berhenti menambah utang baru, membuat daftar kebutuhan prioritas, hingga menyisihkan penghasilan untuk tabungan dan dana darurat,” Ujar Andri.

Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk keluar dari jeratan utang antara lain:

  1. Evaluasi seluruh kewajiban finansial dan buat daftar prioritas pelunasan.
  2. Berhenti menambah utang baru, terutama yang bersifat konsumtif.
  3. Buat rencana keuangan realistis, mencakup kebutuhan pokok, tabungan, dan cadangan darurat.
  4. Bangun kebiasaan menabung otomatis setiap menerima penghasilan.
  5. Cari sumber penghasilan tambahan yang legal dan berkelanjutan.

Dengan langkah-langkah tersebut, masyarakat diharapkan dapat membangun kemandirian finansial dan menjauh dari tekanan akibat beban utang. Tidak hanya berdampak pada keuangan pribadi, perubahan perilaku ini juga berkontribusi pada stabilitas ekonomi rumah tangga dan produktivitas kerja.

“Lepas dari utang bukan hanya soal angka, tapi tentang merdeka secara mental dan finansial. Komitmen untuk tidak berutang lagi adalah bentuk keberanian mengubah masa depan,” tambah Andri.

Gerakan ini sejalan dengan upaya OJK dan Bank Indonesia dalam meningkatkan literasi serta inklusi keuangan, agar masyarakat semakin cerdas dalam mengelola uang, berinvestasi secara bijak, dan terhindar dari jeratan utang.