Kereta Cepat Whoosh: Inovasi Transportasi Modern yang Mengubah Wajah Mobilitas Indonesia

Sidoarjo, Media redaksinews.info/ | 23 Oktober 2025 – Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Whoosh kini menjadi sorotan publik sebagai simbol kemajuan transportasi nasional. Sejak diresmikan pada Oktober 2023, Whoosh — akronim dari “Waktu Hemat, Operasi Optimal, Sistem Hebat” — terus beroperasi dengan rute utama Jakarta – Bandung, menempuh jarak sekitar 142 km hanya dalam 36–45 menit.

Kereta cepat ini menjadi proyek kebanggaan nasional karena menjadi kereta cepat pertama di Asia Tenggara, sekaligus menandai langkah besar Indonesia menuju era transportasi masa depan berbasis efisiensi, ramah lingkungan, dan teknologi tinggi.


Penjelasan Tentang Whoosh

Whoosh adalah hasil kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok melalui PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Teknologi yang digunakan berasal dari China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC) dengan sistem dan infrastruktur yang telah disesuaikan dengan kondisi geografis Indonesia.

Kereta ini menggunakan energi listrik dan mampu melaju hingga kecepatan 350 km/jam, menjadikannya salah satu moda transportasi tercepat di kawasan Asia.


Manfaat Adanya Kereta Cepat Whoosh

  1. Efisiensi Waktu
    Perjalanan Jakarta–Bandung yang biasanya memakan waktu 3–4 jam kini hanya perlu kurang dari 1 jam, sangat membantu mobilitas pekerja, pelajar, maupun wisatawan.
  2. Ramah Lingkungan
    Menggunakan tenaga listrik sehingga mengurangi emisi karbon dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil.
  3. Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Baru
    Pembangunan stasiun dan kawasan transit di Halim, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar menciptakan pusat ekonomi baru dan meningkatkan investasi di sekitar jalur kereta cepat.
  4. Kemajuan Teknologi Nasional
    Melalui proyek ini, banyak insinyur dan teknisi Indonesia mendapatkan transfer teknologi serta pengalaman dalam pembangunan transportasi berkecepatan tinggi.

Dampak dan Sisi Negatif yang Dirasakan

  1. Biaya Pembangunan yang Tinggi
    Proyek Whoosh menelan biaya lebih dari Rp 100 triliun, menimbulkan perdebatan terkait beban keuangan negara dan pengembalian investasi.
  2. Keterbatasan Jangkauan
    Hingga kini, Whoosh baru melayani rute Jakarta–Bandung, sehingga manfaatnya belum dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat di luar Jawa Barat.
  3. Harga Tiket yang Relatif Mahal
    Tarif berkisar antara Rp 150.000 – Rp 250.000 per penumpang, yang bagi sebagian masyarakat dianggap belum terjangkau untuk perjalanan rutin.
  4. Dampak Sosial dan Lingkungan Saat Pembangunan
    Pembangunan jalur dan stasiun sempat menimbulkan relokasi warga serta gangguan ekosistem di beberapa wilayah yang dilalui jalur proyek.

Kesimpulan

Kereta Cepat Whoosh merupakan lompatan besar dalam dunia transportasi Indonesia. Meskipun memiliki tantangan dari segi biaya, jangkauan, dan tarif, keberadaannya membawa banyak manfaat dalam mempercepat mobilitas, menurunkan polusi, dan membuka peluang ekonomi baru.

Dengan pengelolaan yang berkelanjutan dan ekspansi rute di masa depan, Whoosh berpotensi menjadi ikon kemajuan infrastruktur Indonesia dan simbol transisi menuju transportasi modern yang efisien dan ramah lingkungan.

Terminal Krian yang Pernah Ramai di Era 90-an, Kini Berubah Fungsi Jadi Pasar Tradisional
\"\"

Krian, Sidoarjo , Media redaksinews.info/ |14 oktober 2025 — Bagi masyarakat yang tumbuh besar di era tahun 1990-an, Terminal Krian tentu menyimpan banyak kenangan. Dahulu, tempat ini menjadi salah satu titik keramaian utama di wilayah barat Kabupaten Sidoarjo. Suasana sibuk terlihat setiap hari: deretan angkutan kota berjejer, pedagang kaki lima memenuhi pinggiran jalan, dan para pelajar SMP yang pulang sekolah sering singgah di sekitar terminal untuk membeli jajanan atau sekadar berkumpul dengan teman.

Namun kini, pemandangan itu telah berubah. Terminal Krian yang dulu menjadi pusat mobilitas masyarakat, perlahan kehilangan fungsinya sebagai terminal angkutan umum. Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya era digital, terminal tersebut kini beralih fungsi menjadi pasar tradisional. Lapak-lapak sayur, buah, dan kebutuhan rumah tangga menggantikan deru mesin angkot yang dulu hilir-mudik setiap jamnya.

Perubahan ini terjadi bukan tanpa sebab. Kemajuan teknologi dan era digital membuat pola hidup masyarakat berubah drastis. Kehadiran transportasi online, meningkatnya kepemilikan kendaraan pribadi, serta perubahan gaya belanja masyarakat membuat fungsi terminal konvensional semakin menurun. Akibatnya, banyak terminal kecil di berbagai daerah — termasuk Krian — akhirnya beralih fungsi untuk mengikuti kebutuhan zaman.

Meskipun suasana ramai khas tahun 90-an kini tinggal kenangan, Terminal Krian tetap menjadi saksi perjalanan waktu dan perkembangan masyarakatnya. Dari pusat mobilitas menuju pusat ekonomi rakyat, kawasan ini masih memegang peranan penting dalam kehidupan warga sekitar, hanya dengan wajah yang berbeda.

“Dulu tiap sore ramai sekali, anak sekolah, sopir angkot, pedagang. Sekarang beda, tapi tetap ramai, cuma yang datang bukan penumpang, tapi pembeli,” ujar salah satu warga yang sudah tinggal di sekitar terminal sejak 1993.

Transformasi Terminal Krian menjadi pasar tradisional adalah gambaran kecil dari perubahan zaman — dari era manual menuju era digital yang serba cepat dan efisien. Meskipun fungsi berganti, semangat kehidupan masyarakat Krian tetap sama: ramai, dinamis, dan penuh kenangan . 

Premanisme Kembali Mencekam, Buruh PT New Era Ruberindo Blokade Jalan Mayjen Sungkono Tuntut Keadilan

Gresik,redaksinews.info/ 11 Oktober 2025 — Di bawah terik matahari yang membakar, ratusan buruh PT New Era Ruberindo di Jalan Mayjen Sungkono, Gresik, menggelar aksi unjuk rasa menuntut dihentikannya tindakan premanisme di area perusahaan. Mereka menutup jalan utama sejak pukul 07.00 WIB hingga siang hari, menolak keras upaya pengeluaran aset perusahaan yang selama enam tahun terakhir dijaga dengan penuh tanggung jawab oleh para buruh.

Aksi ini didominasi oleh buruh perempuan yang dengan tegas bertahan di tengah pengamanan aparat. Meski upaya mediasi sempat dilakukan oleh Kapolsek Kebomas, namun situasi tetap memanas karena pihak buruh bersikukuh tidak akan membuka akses jalan sebelum ada jaminan bahwa tidak ada aset perusahaan yang keluar tanpa kejelasan.

Sekitar pukul 12.00 WIB, Kapolsek Kebomas datang langsung ke lokasi untuk berdialog dengan Ketua PUK SP KEP PT New Era Ruberindo, Agus, namun pembicaraan belum menemukan titik temu. Pihak buruh tetap menolak untuk membuka jalan karena masih dihalangi ketika ingin masuk ke area perusahaan untuk memastikan keamanan aset.

\"\"
Kapolsek Kebomas bernegosiasi

Ketegangan baru mulai mereda sekitar pukul 12.45 WIB setelah Kuasa Hukum buruh, Kris, bersama perwakilan buruh Bung Panjang Apin Sirait, melakukan koordinasi dengan Kapolsek dan Ketua PUK. Hasil pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan penting: pihak kepolisian menjamin tidak ada aset perusahaan yang akan keluar, serta akan melakukan patroli rutin untuk menjaga situasi tetap kondusif di lokasi pabrik.

Setelah hampir enam jam menutup jalan, tepat pukul 13.30 WIB para buruh akhirnya membuka kembali akses lalu lintas di Jalan Mayjen Sungkono. Mereka menegaskan bahwa aksi ini bukan bentuk perlawanan, melainkan tuntutan atas keadilan dan keamanan tempat mereka bekerja.

“Kami hanya ingin memastikan bahwa aset perusahaan yang kami jaga selama bertahun-tahun tidak diambil paksa oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Kami ingin keadilan ditegakkan,” tegas Agus, Ketua PUK SP KEP PT New Era Ruberindo.

Situasi di lokasi berangsur kondusif setelah adanya jaminan dari kepolisian. Namun para buruh menyatakan akan terus memantau perkembangan di lapangan dan siap melakukan aksi lanjutan jika ada pelanggaran atas kesepakatan tersebut.

Titik Nol Lebo Sidoarjo, Kuliner Sore di Desa Lebo Yang Wajib Dikunjungi

Sidoarjo, Media redaksinews.info/ | Jika Anda mencari tempat kuliner sore yang ramai dan penuh cita rasa, Titik Nol Lebo di Desa Lebo, Kecamatan Sidoarjo, adalah jawabannya. Setiap hari mulai pukul 15.00 hingga 17.30 WIB, kawasan ini dipadati pedagang dan pengunjung yang menikmati berbagai hidangan lezat khas jajanan kaki lima.

Beragam makanan tersedia di Titik Nol Lebo, mulai dari pentol, sosis bakar, gorengan, seblak, jasuke (jagung susu keju), lontong kikil, donat sempol, hingga sushi. Tak hanya makanan, para penjual juga menyediakan minuman panas dan dingin yang pas untuk menemani waktu santai sore hari.

Suasana di Titik Nol Lebo semakin hidup dengan kehadiran warga yang berkumpul bersama keluarga, teman, atau pasangan untuk menikmati aneka jajanan dengan harga terjangkau. Selain menjadi pusat kuliner, keberadaan pedagang di lokasi ini juga membantu meningkatkan ekonomi masyarakat lokal Desa Lebo.

Kebersihan dan keramahan para pedagang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Tak heran jika Titik Nol Lebo kini dikenal luas sebagai tempat kuliner sore terbaik di Sidoarjo.

Dengan berbagai pilihan kuliner dan suasana yang nyaman, Titik Nol Lebo Sidoarjo bukan hanya sekadar tempat makan, tetapi juga ruang sosial yang mempererat kebersamaan warga.

PT Youngtree Industries Sidoarjo Gelar Peringatan Hari Batik Nasional 2025

Sidoarjo, Media redaksinews.info/ | Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, PT Youngtree Industries Sidoarjo menggelar kegiatan istimewa yang lmelibatkan seluruh karyawan. Acara ini berlangsung pada Kamis, 2 Oktober 2025, dan diwarnai dengan kekompakan para pekerja yang mengenakan busana batik dengan berbagai motif khas Nusantara.

Sejak pagi hari, suasana kantor dan area kerja PT Youngtree Industries terlihat semarak dengan paduan warna dan corak batik yang dikenakan seluruh jajaran manajemen hingga karyawan. Perayaan ini tidak hanya menjadi simbol penghormatan terhadap batik sebagai warisan budaya bangsa, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan di lingkungan kerja.

Dalam sambutannya, perwakilan manajemen menyampaikan bahwa peringatan Hari Batik Nasional merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian budaya Indonesia. “Batik bukan sekadar pakaian, tetapi simbol identitas bangsa yang patut kita banggakan. Melalui perayaan ini, kami ingin menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan seluruh karyawan terhadap budaya lokal,” ujarnya.

Selain mengenakan batik, acara juga diisi dengan sesi foto bersama, penyerahan penghargaan simbolis untuk karyawan dengan batik terbaik, serta edukasi singkat mengenai sejarah dan makna filosofi batik. Suasana kebersamaan tampak hangat, memperlihatkan semangat gotong royong serta kecintaan pada budaya Indonesia.

Peringatan Hari Batik Nasional di PT Youngtree Industries Sidoarjo tahun ini menjadi bukti bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada produktivitas kerja, tetapi juga turut serta menjaga warisan budaya bangsa. Dengan semangat batik, diharapkan karyawan semakin termotivasi untuk berkarya sekaligus melestarikan tradisi luhur Indonesia.