Gubernur Andra Soni Dukung Proyek Pengembangan Kawasan Royal oleh Pemkot Serang

Serang, redaksinews.info – Gubernur Banten Andra Soni memberikan apresiasi dan mendukung langkah Pemkot Serang dalam menata kawasan Royal menjadi pusat ekonomi sekaligus ruang publik yang lebih tertata. Jawaban Royal sebagai pusat ekonomi akan diubah menjadi Royal Baroe dan menjadi prioritas untuk memperkuat fungsi ibu kota provinsi.

“Upaya yang dilakukan oleh Wali Kota Serang dalam penataan Royal dengan konsep Royal Baroe akan menjadi salah satu ikon Kota Serang ke depan,” ujar Andra saat meninjau Royal Baroe Kota Serang, Rabu.

Ia menegaskan bahwa pembangunan kawasan tersebut merupakan kebutuhan jangka panjang. Apalagi, ke depan akan menjadi pusat ekonomi dan perbelanjaan.

“Kami mensupport, karena ini sudah menjadi catatan lama agar pusat ekonomi di Kota Serang bisa terus tumbuh dan berkembang,” katanya.

Andra Soni juga menekankan pentingnya pembangunan yang terencana dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dalam kunjungan tersebut, ia melihat langsung antusiasme warga, pedagang dan pelaku usaha yang mulai merasakan perubahan signifikan di kawasan Royal.

“Mereka kini menunjukkan optimisme bahwa kehidupan akan lebih baik karena pemerintah daerah terus melakukan perbaikan,” tuturnya.

Wali Kota Serang Budi Rustandi menambahkan, progres pembangunan Royal Baroe telah mencapai 70 persen dan ditargetkan selesai untuk dibuka pada Desember mendatang. Ia menyoroti pentingnya penataan ini serta keterlibatan pedagang agar estetika kawasan tetap terjaga.

“Hari ini Gubernur mengecek langsung di lapangan dan beliau ingin pembangunan ini sukses serta bermanfaat untuk masyarakat,” kata Budi.

Penataan kawasan ibu kota Provinsi Banten merupakan salah satu program pembangunan provinsi pada 2026. Dukungan dilakukan melalui alokasi anggaran sebesar Rp 5 miliar dari APBD Banten untuk melanjutkan jalur Royal Baroe menuju Alun-Alun Kota Serang pada 2026.

Temui KEMNAKER, KSPI Jawa Timur Desak Kemenaker RI Naikkan Upah Minimum 2026 Antara 8,2% hingga 10,2%

Jakarta, Media redaksinews.info/ | Pimpinan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jawa Timur bersama sejumlah pimpinan buruh dari berbagai federasi di Jawa Timur hari ini difasilitasi oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur (Disnakertrans Jatim) untuk melakukan audiensi dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemenaker RI) di Jakarta.

Rombongan KSPI Jawa Timur yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Jazuli, S.H., Ardian, Dani Hertanto, Marsanto, S.H., serta beberapa perwakilan buruh lainnya. Dari pihak Disnakertrans Jawa Timur ikut mendampingi Bapak Sigit, S.H. dan Hasan Manggale, S.H., sementara dari pihak Kemenaker RI hadir Dirjen Pengupahan, Bapak Awaludin, S.H., beserta sejumlah staf terkait.

KSPI Desak Kenaikan Upah Minimum 2026

Dalam audiensi tersebut, KSPI Jawa Timur menyampaikan aspirasi agar kenaikan upah minimum tahun 2026 ditetapkan naik antara 8,2% hingga 10,2%, sebagaimana amanat Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 168 yang menegaskan bahwa penetapan upah minimum harus memperhatikan pertumbuhan ekonomi dan inflasi nasional.

Menurut Jazuli, S.H., Sekretaris DEN KSPI Jawa Timur, desakan tersebut muncul karena Provinsi Jawa Timur saat ini menempati posisi ke-3 sebagai provinsi dengan UMP terendah di Indonesia, padahal Jawa Timur memiliki 38 kabupaten/kota dengan aktivitas industri yang padat dan produktif.

“Kami tidak ingin Jawa Timur terus menjadi provinsi dengan upah rendah. Disparitas upah antardaerah terlalu besar. Contohnya, Kabupaten dan Kota Pasuruan hanya dipisahkan oleh jalan, tetapi upahnya bisa berbeda hampir 100%. Begitu juga Gresik dan Lamongan, hanya dipisahkan oleh sungai, namun selisih upahnya sangat jauh,” tegas Bung Jazuli.

Harapan Agar Formula Upah Lebih Adil

KSPI juga menyoroti bahwa hingga saat ini formula penetapan upah minimum dari pemerintah pusat masih belum jelas, sehingga menimbulkan keresahan di kalangan pekerja.

KSPI menilai, apabila formula penetapan upah sesuai Putusan MK 168 benar-benar diterapkan, maka disparitas upah antarwilayah di Jawa Timur bisa diminimalisir dan kesejahteraan pekerja akan lebih terjamin.

Pertemuan tersebut dihadiri pula oleh unsur KSPI pusat dan daerah, serta perwakilan serikat buruh dari kawasan industri besar seperti Gresik, Sidoarjo, dan Pasuruan.

KSPI Minta Pemerintah Pusat Segera Ambil Keputusan

KSPI Jawa Timur berharap hasil pertemuan ini dapat menjadi dasar kuat bagi Kemenaker RI untuk segera menetapkan kenaikan upah minimum 2026 secara nasional dalam rentang 8,2%–10,2%, sesuai amanat Putusan MK.

Langkah ini dinilai penting untuk menghindari ketimpangan ekonomi antarwilayah, menjaga daya beli buruh, serta memastikan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh pekerja di Indonesia, khususnya di Jawa Timur.

PUK SP KEP PT Young Tree Industries, Sediakan Sembako Bagi Anggota

Sidoarjo, Media redaksinews.info/ | Dalam upaya mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh anggotanya, Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak, Gas Bumi dan Umum. (SPKEP) PT. Young Tree Industries mengambil langkah nyata dengan membuka usaha kecil-kecilan penyedia kebutuhan pokok (sembako) bagi para anggota. Program ini dirancang sebagai bentuk kepedulian sosial dan kesejahteraan ekonomi, di mana anggota dapat memenuhi kebutuhan dasar keluarga dan melakukan pembayaran setelah menerima gaji bulanan.

Langkah ini digagas langsung oleh Supangat, sebagai Ketua PUK SPKEP PT Young Tree Industries, sebagai bentuk nyata solidaritas antarpekerja. Menurut Supangat, ide tersebut muncul dari kepedulian terhadap kondisi anggota yang sering kesulitan waktu dan tenaga untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga setelah bekerja.

“Kami ingin meringankan beban anggota agar mereka tidak perlu repot mencari kebutuhan pokok ke luar. Semua sudah kami siapkan di lingkungan kerja, dan bisa dibayar setelah gajian. Dan yang lebih menarik adalah keuntungan dari hasil penjualan sembako ini akan dikembalikan kepada anggota lagi berupa Sisa Hasil Usaha (SHU) setiap tahunnya. Ini adalah langkah sebagai bagian dari perjuangan untuk kesejahteraan bersama,” ujar Supangat.

Adapun kebutuhan pokok yang disiapkan oleh pengurus PUK SPKEP antara lain beras premium dan medium kemasan 5 kg, minyak goreng, mie instan, serta gula pasir. Seluruh barang dikelola langsung oleh pengurus Serikat bidang Organisasi dengan sistem yang transparan dan harga terjangkau.

Inisiatif ini mendapat sambutan positif dari para anggota karena selain membantu kebutuhan keluarga, juga mempererat rasa kebersamaan dan solidaritas di antara pekerja. Dengan semangat gotong royong, pengurus rela meluangkan waktu dan tenaga untuk menyiapkan seluruh kebutuhan tersebut.

Melalui program sembako ini, PUK SPKEP PT. Young Tree Industries membuktikan bahwa perjuangan untuk kesejahteraan pekerja tidak hanya dilakukan melalui meja perundingan, tetapi juga lewat aksi nyata yang langsung menyentuh kebutuhan hidup anggota dan keluarganya.

Gubug Dawet Trawas, Kuliner Hits Mojokerto dengan Tiga Varian Rasa Unik dan Menyegarkan

Mojokerto, redaksinews.info/ – Bagi Anda pencinta kuliner tradisional yang tengah mencari tempat minum segar di Trawas Mojokerto, Gubug Dawet bisa menjadi pilihan tepat. Berlokasi di Jl. Mojopahit, Tamiajeng, Kebun Salak, Trawas, tempat ini menghadirkan sensasi minuman khas Nusantara dengan cita rasa unik dan tampilan yang menggoda.

Gubug Dawet kini menjadi kuliner hits di Trawas Mojokerto berkat inovasi tiga varian dawet yang jarang ditemukan di tempat lain, yaitu Dawet Telo, Dawet Coklat, dan Dawet Hitam.

Dawet Telo terbuat dari ketela ungu yang menghasilkan warna lembut dan rasa manis alami.

Dawet Coklat memberikan sensasi coklat lumer yang nikmat di lidah.

Dawet Hitam diolah dari batang padi, menghadirkan warna gelap alami dengan cita rasa khas pedesaan.

Selain rasanya yang autentik, Gubug Dawet juga dikenal karena harganya yang ramah di kantong. Setiap gelas dibanderol mulai dari Rp8.000 hingga Rp10.000 saja. Pengunjung dapat menikmati kesegaran dawet sambil bersantai di suasana alam terbuka dengan udara sejuk khas pegunungan Trawas.

Tempat ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 pagi hingga 16.00 sore, sehingga cocok dikunjungi saat berwisata di kawasan Kebun Salak maupun saat perjalanan menuju objek wisata Trawas lainnya.

Dengan konsep sederhana namun penuh keunikan, Gubug Dawet Trawas menjadi destinasi kuliner yang wajib dikunjungi bagi pecinta minuman tradisional dan pemburu kuliner unik. Tak hanya menyegarkan, tapi juga menghadirkan cita rasa Indonesia yang otentik dalam setiap tegukan.

Lokasi: Jl. Mojopahit, Tamiajeng, Kebun Salak, Trawas
Jam buka: 08.00 – 16.00 WIB
Harga: Rp8.000 – Rp10.000
Varian: Dawet Telo, Dawet Coklat, Dawet Hitam

CENTRAL WARUNG KULINER TRAWAS, SURGA KULINER DI KAKI GUNUNG WELIRANG

Mojokerto, Media redaksinews.info/ | Bagi para pencinta kuliner yang tengah berwisata ke kawasan sejuk Trawas, Central Warung Kuliner Trawas di Jalan Welirang, Ketapanrame, menjadi destinasi yang tak boleh dilewatkan. Tempat ini dikenal sebagai salah satu pusat kuliner favorit warga maupun wisatawan dengan suasana yang nyaman dan pilihan menu yang menggugah selera.

Central Warung Kuliner Trawas menyediakan beragam jenis minuman lengkap, mulai dari minuman panas hingga dingin yang cocok dinikmati di tengah udara segar pegunungan. Namun, daya tarik utama dari tempat ini terletak pada menu sate-nya yang menjadi favorit pengunjung.

Beragam pilihan sate tersedia di sini, mulai dari Sate Madura hingga Sate Taichan, dengan pilihan daging ayam, kambing, kelinci, dan jamur. Cita rasa khas bumbunya begitu medok, berpadu dengan tekstur daging yang padat dan empuk, membuat setiap gigitan terasa istimewa.

Selain rasa yang nikmat, suasana warung yang hangat dan pelayanan yang ramah menjadikan Central Warung Kuliner Trawas tempat ideal untuk berkumpul bersama keluarga maupun teman.

Dengan kelezatan sate yang menggoda dan aneka minuman yang menyegarkan, Central Warung Kuliner Trawas layak menjadi destinasi kuliner wajib saat berkunjung ke Trawas.

📍 Alamat: Jalan Welirang, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto