Harlah ke-9 Kopaskep: FSP KEP Jawa Timur Gelar Tasyakuran dan Kukuhkan Semangat Perjuangan Buruh

Gresik, Media redaksinews.info/ 02 November 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Komando Pasukan KEP (Kopaskep) ke-9, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan (FSP KEP) Provinsi Jawa Timur menggelar acara tasyakuran di Kantor Sekretariat DPC FSP KEP Kabupaten Gresik, yang berlokasi di Pendem, Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean, Gresik.

Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan DPP, DPD, dan DPC se-Jawa Timur, serta anggota Kopaskep dari berbagai daerah, sebagai bentuk solidaritas dan komitmen memperkuat perjuangan buruh di Indonesia.

\"\"
Siswanto Ketua DPD memberikan sambutan sebagai tuan rumah

Ketua DPD FSP KEP Jatim: “Kopaskep Siap Hadapi Segala Risiko”

Dalam sambutannya, Ketua DPD FSP KEP Jawa Timur, Siswato, selaku tuan rumah, menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh undangan dan anggota Kopaskep yang hadir.

“Dulu perjuangan untuk membentuk Kopaskep sangatlah berat dan penuh kerja keras. Alhamdulillah, hingga hari ini teman-teman masih setia hadir dan bersedia menjadi bagian dari Kopaskep. Ini membuktikan bahwa kita semua siap menghadapi segala risiko perjuangan,” ujarnya.

\"\"
Sunandar S.H. sampaikan bahwa KOPASKEP adalah simbol pergerakan buruh

Ketua Umum FSP KEP: “Kopaskep adalah Simbol Pergerakan Buruh yang Tak Pernah Padam”

Hadir sebagai tamu kehormatan, Ketua Umum FSP KEP, Sunandar, menegaskan bahwa Kopaskep merupakan simbol kekuatan pergerakan buruh yang terus konsisten memperjuangkan hak-hak pekerja.

“Atas nama pribadi dan organisasi, saya berterima kasih atas jerih payah, semangat, serta ketulusan hati kawan-kawan Kopaskep. Semoga Allah memberikan kekuatan untuk terus berjuang. Membangun organisasi butuh kebersamaan dan sinkronisasi dari unit kerja hingga pusat. Jika kita tidak kompak, maka itulah kelemahan kita,” tegasnya.

Ia turut mengajak seluruh elemen FSP KEP di Jawa Timur untuk terus memperbesar gerakan Kopaskep sebagai wujud komitmen perjuangan buruh nasional.

Ketua DPC Gresik, Marsanto SH: Pentingnya Anggaran Demi Penguatan Organisasi

Marsanto S.H, Ketua DPC FSP KEP Gresik yang mewakili seluruh DPC se-Jawa Timur, menyampaikan bahwa kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh solidaritas, tetapi juga dari dukungan anggaran yang memadai.

\”Saya punya mimpi agar organisasi ini semakin besar. Namun untuk itu, kita membutuhkan dukungan anggaran yang kuat. Dari tingkat pusat hingga bawah, perlu ada komitmen menyisihkan dana demi memperkuat Kopaskep,” ungkapnya.

Wapangkornas Teguh Murdiyanto: Jaga Solidaritas, Hindari Perpecahan

Sementara itu, Teguh Murdiyanto, Wakil Panglima Kopaskep (Wa Pangkornas), menyampaikan salam hangat dari Panglima Kopaskep, Mujimin, kepada seluruh anggota di Jawa Timur.

“Beliau berpesan agar kita tetap menjaga kekompakan dan kesolidan. Jangan sampai terprovokasi oleh isu-isu yang ingin memecah belah organisasi. Kopaskep adalah rumah bagi pejuang buruh. Kita harus tetap kuat dan bersatu,” pesannya.

\"\"
Prosesi do.a bersama dan pemotongan tumpeng

Acara diakhiri dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Ketua Umum dan Ketua DPD sebagai simbol perayaan Harlah Kopaskep ke-9. Prosesi tersebut disertai doa bersama agar perjuangan organisasi semakin kuat, solid, dan memberikan dampak lebih besar bagi kaum buruh di Indonesia.

TP PKK Banten dan PIKK PT PLN gelar bakti sosial di Baduy

Lebak, redaksinews.info/ – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni bersama Persatuan Isteri Karyawan Karyawati (PIKK) PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten melaksanakan kegiatan bakti sosial di Desa Adat Baduy, Rabu (15/10/2025).

Dalam kegiatan itu, ia mengajak seluruh pihak menjaga dan melestarikan budaya serta adat istiadat masyarakat Baduy.

“Kita harus bersama-sama menjaga budaya dan adat istiadat Baduy ini,” ujar Tinawati di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak.

Di Baduy, Tinawati mengunjungi masyarakat Kampung Landeuh dan berbincang dengan warga setempat mengenai kehidupan sehari-hari. Ia juga meninjau pemanfaatan lahan pekarangan untuk tanaman sayuran. Kampung Landeuh dikenal sebagai salah satu kampung mualaf di wilayah suku Baduy.

Kemudian di Kampung Ciboleger, kedatangan Tinawati disambut Kepala Desa Kanekes Jaro Oom di sebuah rumah yang disebut di imah kajaroan. Dalam kunjungannya, Tinawati juga melaksanakan tur Baduy Luar dan sempat mencoba menenun bersama para perempuan Baduy.

Tinawati mengaku terkesan dengan kearifan lokal masyarakat Baduy yang masih terjaga dengan baik. Menurutnya, Baduy memiliki kekayaan budaya dan adat istiadat yang menjadi warisan penting bagi Provinsi Banten.

\”Dengan kekayaan budaya yang luar biasa tersebut, banyak dikunjungi wisatawan,\” paparnya.

Sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Banten, Tinawati juga menyoroti potensi tenun Baduy yang memiliki corak dan karakteristik khas. Ia menyampaikan bahwa Dekranasda Banten terus mengembangkan dan mempromosikan produk tenun Baduy di tingkat nasional maupun internasional.

“Dekranasda sudah mempromosikan tenun Baduy tersebut dalam pentas fashion show internasional di Jakarta,” paparnya.

Sementara, Ketua PIKK PLN UID Banten Lilian Joharifin menjelaskan, kegiatan bakti sosial di desa adat Baduy dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-25 Provinsi Banten dan Hari Listrik Nasional ke-80.

“Kami memilih Baduy agar lebih mengenal budaya dan adat istiadatnya, sekaligus ikut menjaga dan melestarikannya. Kami juga ingin belajar dari masyarakat Baduy tentang cara mereka menjaga nilai-nilai budaya,” ujarnya.

Menurut Lilian, kegiatan ini juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat Baduy yang dilakukan bersama TP PKK Provinsi Banten. Bantuan yang diberikan meliputi paket sembako, bantuan untuk guru ngaji, yatim piatu, kaum dhuafa, serta bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM.

Sementara itu, Jaro Oom menyambut hangat kedatangan rombongan TP PKK dan PIKK PLN UID Banten. Ia menjelaskan bahwa keseharian masyarakat Kanekes umumnya bertani, berdagang, dan sebagian besar perempuan Baduy mengembangkan keterampilan menenun.

\”Pada umumnya, keseharian masyarakat Kanekes adalah bertani,\” katanya

Kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk kolaborasi antara TP PKK Provinsi Banten, TP PKK Kabupaten Lebak, dan PIKK PT PLN (Persero) UID Banten, yang dihadiri pula oleh Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Lebak Susi Amir Hamzah.