Pandeglang | redaksinews.info | Kegiatan gotong royong bertajuk “Bebersih Susukan dan Penutupan Pintu Air” yang dilaksanakan di wilayah RW 02 , Kelurahan Pagadungan, Kecamatan Karangtanjung, Minggu (5 April 2026) menjadi langkah konkret masyarakat dalam menjaga keberlangsungan sistem irigasi pertanian.
Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB ini dipimpin oleh Ketua RW 02, Tubagus Wahyudi, dengan melibatkan partisipasi luas dari berbagai elemen masyarakat, di antaranya Ketua RT, kader, kelompok tani, kelompok budidaya ikan, santri, linmas, pemuda, hingga masyarakat umum.
Dalam pelaksanaannya, warga melakukan pembersihan saluran air (susukan) dari sedimentasi, sampah, serta tanaman liar yang menghambat aliran air, sekaligus melakukan penataan dan penutupan pintu air guna mengatur distribusi air secara optimal ke lahan pertanian.
Ketua Kelompok Tani, Cecep Solihin, menegaskan bahwa kegiatan ini sangat vital bagi keberlangsungan pertanian warga. “Saluran air ini menjadi urat nadi pertanian. Jika tersumbat, maka distribusi air terganggu dan berdampak langsung pada hasil panen,” ujarnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh Pemuda, antara lain Ustad Baru Zaman, Armin, Dede, serta Abah Nana Pasirangdu. Kehadiran aparat keamanan juga terlihat melalui Bhabinkamtibmas Polres Pandeglang, A. Wawan, yang turut mendukung kegiatan masyarakat.

Secara strategis, saluran air di wilayah ini berfungsi mengairi lebih dari 50 hektare lahan pertanian di Cilaradenan, Cibongor, Wakaf lingkungan RW 02, termasuk lahan milik tokoh ulama kharismatik Abuya Muhtadi Pandeglang. Oleh karena itu, normalisasi dan pengelolaan pintu air menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas produksi pertanian.
Kegiatan ini juga sejalan dengan program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya ketahanan pangan. Upaya berbasis swadaya masyarakat seperti ini menjadi bentuk implementasi nyata di tingkat desa dalam menjaga ketersediaan air sebagai komponen utama produksi pangan.

Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, kegiatan gotong royong ini akan dilaksanakan secara rutin setiap minggu dan dijadwalkan secara sistematis ke depannya. Penjadwalan ini diharapkan mampu memastikan keberlanjutan fungsi irigasi, sekaligus memperkuat partisipasi kolektif masyarakat dalam menjaga infrastruktur pertanian secara konsisten.
Selain aspek teknis, kegiatan gotong royong ini memperkuat solidaritas sosial dan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. Warga diimbau untuk terus menjaga kebersihan saluran irigasi serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan serupa secara berkala.
