‎Presiden Prabowo Kaget Ada 200 Anak Perusahaan Pertamina yang Sulit Diaudit

‎‎Jakarta |redaksinews.info | Presiden Prabowo Subianto mengaku terkejut saat mengetahui bahwa perusahaan energi milik negara, Pertamina, memiliki sekitar 200 anak perusahaan. Hal ini disampaikannya dalam sebuah forum yang membahas tata kelola perusahaan negara dan transparansi pengelolaan keuangan.‎‎

Dalam pernyataannya, Prabowo menilai jumlah anak perusahaan yang begitu banyak perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Ia bahkan mengaku baru mengetahui bahwa sebagian anak perusahaan tersebut memiliki aturan yang membuatnya tidak mudah untuk diaudit.

‎‎Menurut Prabowo, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan besar terkait transparansi dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan negara. Ia menegaskan bahwa semua perusahaan yang berkaitan dengan BUMN seharusnya tetap berada dalam sistem pengawasan yang jelas.‎‎

“Bagaimana mungkin perusahaan yang mengelola aset negara tidak bisa diaudit?” ungkapnya dengan nada heran.‎‎Ia juga menekankan bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap struktur perusahaan dan regulasi yang mengatur pengawasan anak usaha BUMN. Tujuannya agar pengelolaan perusahaan negara dapat berjalan lebih transparan dan profesional.‎‎

Jumlah anak perusahaan yang mencapai ratusan tersebut dinilai menjadi tantangan tersendiri dalam pengawasan. Para pengamat menilai restrukturisasi dan penguatan sistem audit sangat diperlukan agar pengelolaan aset negara dapat dipantau secara efektif.‎‎

Pernyataan Presiden ini memunculkan kembali diskusi publik mengenai tata kelola BUMN dan pentingnya memastikan bahwa seluruh entitas yang terkait dengan perusahaan negara tetap berada dalam koridor transparansi serta akuntabilitas kepada masyarakat.‎

Jawara Mudik 2026: BKKBN Banten Hadirkan Layanan untuk Pemudik

SERANG | redaksinews.info |Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Banten meluncurkan program “Jawara Mudik Provinsi Banten untuk Keluarga Berisiko Stunting (KRS)” di Area Terminal Pakupatan, Kota Serang, Jumat (13/3/2026). Program ini menghadirkan berbagai layanan kesehatan dan edukasi bagi pemudik sebagai upaya menjaga kesehatan keluarga sekaligus memperkuat pencegahan stunting di tengah momentum arus mudik Lebaran.Kegiatan yang terintegrasi dengan momentum Angkutan Lebaran 2026 ini berlangsung pada 13–16 Maret 2026 dengan menyasar keluarga berisiko stunting serta masyarakat umum yang melakukan perjalanan mudik. Melalui program tersebut, BKKBN Banten menghadirkan berbagai layanan kesehatan, konseling, hingga bantuan sosial bagi pemudik agar perjalanan mudik tetap aman, sehat, dan ramah keluarga.Acara peluncuran tersebut dihadiri oleh Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten Yuda Ganda Putra, Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Pakupatan Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Kementerian Perhubungan Waluyo Diyanto, serta perwakilan Dinas Perhubungan Provinsi Banten.Turut hadir pula Direktur LAZ Qalamul Umran Banten Lukman Hakim, perwakilan DP3AKB Kota Serang, Ketua DPD IPeKB Provinsi Banten beserta jajaran, Ketua Dharma Wanita Persatuan Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, para Ketua Tim Kerja Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, serta para pemudik dan tamu undangan lainnya.Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten Yuda Ganda Putra mengatakan momentum mudik Lebaran merupakan kesempatan yang baik untuk menyampaikan pesan-pesan pembangunan keluarga kepada masyarakat.“Momentum mudik Lebaran ini bukan sekadar perjalanan pulang kampung, tapi juga perjalanan sosial yang mempererat silaturahmi keluarga. Karena itu kami memanfaatkan momentum ini untuk menghadirkan edukasi dan layanan kesehatan keluarga di tengah masyarakat yang sedang melakukan perjalanan,” ujar Yuda.Ia menambahkan bahwa perjalanan mudik yang panjang berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan keluarga, terutama bagi ibu hamil, bayi, dan balita yang termasuk kelompok rentan terhadap risiko stunting.“Melalui program Jawara Mudik ini kami ingin memastikan keluarga yang melakukan perjalanan mudik, khususnya yang memiliki ibu hamil, bayi, dan balita, tetap mendapatkan perhatian kesehatan yang memadai. Mudik tetap berjalan, tapi kesehatan keluarga juga harus tetap dijaga,” tambahnya.Dalam pelaksanaannya, BKKBN Banten menyediakan berbagai layanan bagi pemudik, antara lain pemberian santunan bagi keluarga berisiko stunting yang akan melaksanakan mudik, layanan istirahat keluarga dengan minuman dan makanan bernutrisi khususnya bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, dan balita (3B), serta layanan konseling dan Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) melalui Mupen Bangga Kencana dan Satya Gatra Mobile.Selain itu tersedia pula layanan kontrasepsi pil, playground bagi anak-anak, serta pemeriksaan kesehatan gratis meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, dan asam urat. Pemudik juga mendapatkan vitamin dan souvenir, serta berbagai informasi program kependudukan dan keluarga yang disampaikan melalui media luar ruang di kawasan terminal.Program ini juga menjadi bagian dari penguatan Program Bangga Kencana sekaligus dukungan terhadap upaya percepatan penurunan stunting di Provinsi Banten melalui pendekatan layanan langsung kepada masyarakat.Melalui program Jawara Mudik 2026 ini, BKKBN Banten berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan keluarga, gizi, serta pengasuhan anak semakin meningkat sehingga upaya mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting dapat terus diperkuat.Jawara Mudik 2026: BKKBN Banten Hadirkan Layanan untuk Pemudik

SERANG — Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Banten meluncurkan program “Jawara Mudik Provinsi Banten untuk Keluarga Berisiko Stunting (KRS)” di Area Terminal Pakupatan, Kota Serang, Jumat (13/3/2026). Program ini menghadirkan berbagai layanan kesehatan dan edukasi bagi pemudik sebagai upaya menjaga kesehatan keluarga sekaligus memperkuat pencegahan stunting di tengah momentum arus mudik Lebaran.

Kegiatan yang terintegrasi dengan momentum Angkutan Lebaran 2026 ini berlangsung pada 13–16 Maret 2026 dengan menyasar keluarga berisiko stunting serta masyarakat umum yang melakukan perjalanan mudik. Melalui program tersebut, BKKBN Banten menghadirkan berbagai layanan kesehatan, konseling, hingga bantuan sosial bagi pemudik agar perjalanan mudik tetap aman, sehat, dan ramah keluarga.

Acara peluncuran tersebut dihadiri oleh Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten Yuda Ganda Putra, Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Pakupatan Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Kementerian Perhubungan Waluyo Diyanto, serta perwakilan Dinas Perhubungan Provinsi Banten.

Turut hadir pula Direktur LAZ Qalamul Umran Banten Lukman Hakim, perwakilan DP3AKB Kota Serang, Ketua DPD IPeKB Provinsi Banten beserta jajaran, Ketua Dharma Wanita Persatuan Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, para Ketua Tim Kerja Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, serta para pemudik dan tamu undangan lainnya.

Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten Yuda Ganda Putra mengatakan momentum mudik Lebaran merupakan kesempatan yang baik untuk menyampaikan pesan-pesan pembangunan keluarga kepada masyarakat.

“Momentum mudik Lebaran ini bukan sekadar perjalanan pulang kampung, tapi juga perjalanan sosial yang mempererat silaturahmi keluarga. Karena itu kami memanfaatkan momentum ini untuk menghadirkan edukasi dan layanan kesehatan keluarga di tengah masyarakat yang sedang melakukan perjalanan,” ujar Yuda.

Ia menambahkan bahwa perjalanan mudik yang panjang berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan keluarga, terutama bagi ibu hamil, bayi, dan balita yang termasuk kelompok rentan terhadap risiko stunting.

“Melalui program Jawara Mudik ini kami ingin memastikan keluarga yang melakukan perjalanan mudik, khususnya yang memiliki ibu hamil, bayi, dan balita, tetap mendapatkan perhatian kesehatan yang memadai. Mudik tetap berjalan, tapi kesehatan keluarga juga harus tetap dijaga,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, BKKBN Banten menyediakan berbagai layanan bagi pemudik, antara lain pemberian santunan bagi keluarga berisiko stunting yang akan melaksanakan mudik, layanan istirahat keluarga dengan minuman dan makanan bernutrisi khususnya bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, dan balita (3B), serta layanan konseling dan Komunikasi, Informasi, Edukasi (KIE) melalui Mupen Bangga Kencana dan Satya Gatra Mobile.

Selain itu tersedia pula layanan kontrasepsi pil, playground bagi anak-anak, serta pemeriksaan kesehatan gratis meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, dan asam urat. Pemudik juga mendapatkan vitamin dan souvenir, serta berbagai informasi program kependudukan dan keluarga yang disampaikan melalui media luar ruang di kawasan terminal.

Program ini juga menjadi bagian dari penguatan Program Bangga Kencana sekaligus dukungan terhadap upaya percepatan penurunan stunting di Provinsi Banten melalui pendekatan layanan langsung kepada masyarakat.

Melalui program Jawara Mudik 2026 ini, BKKBN Banten berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan keluarga, gizi, serta pengasuhan anak semakin meningkat sehingga upaya mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting dapat terus diperkuat.