PUK SP KEP PT Young Tree Industries, Sediakan Sembako Bagi Anggota

Sidoarjo, Media redaksinews.info/ | Dalam upaya mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh anggotanya, Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak, Gas Bumi dan Umum. (SPKEP) PT. Young Tree Industries mengambil langkah nyata dengan membuka usaha kecil-kecilan penyedia kebutuhan pokok (sembako) bagi para anggota. Program ini dirancang sebagai bentuk kepedulian sosial dan kesejahteraan ekonomi, di mana anggota dapat memenuhi kebutuhan dasar keluarga dan melakukan pembayaran setelah menerima gaji bulanan.

Langkah ini digagas langsung oleh Supangat, sebagai Ketua PUK SPKEP PT Young Tree Industries, sebagai bentuk nyata solidaritas antarpekerja. Menurut Supangat, ide tersebut muncul dari kepedulian terhadap kondisi anggota yang sering kesulitan waktu dan tenaga untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga setelah bekerja.

“Kami ingin meringankan beban anggota agar mereka tidak perlu repot mencari kebutuhan pokok ke luar. Semua sudah kami siapkan di lingkungan kerja, dan bisa dibayar setelah gajian. Dan yang lebih menarik adalah keuntungan dari hasil penjualan sembako ini akan dikembalikan kepada anggota lagi berupa Sisa Hasil Usaha (SHU) setiap tahunnya. Ini adalah langkah sebagai bagian dari perjuangan untuk kesejahteraan bersama,” ujar Supangat.

Adapun kebutuhan pokok yang disiapkan oleh pengurus PUK SPKEP antara lain beras premium dan medium kemasan 5 kg, minyak goreng, mie instan, serta gula pasir. Seluruh barang dikelola langsung oleh pengurus Serikat bidang Organisasi dengan sistem yang transparan dan harga terjangkau.

Inisiatif ini mendapat sambutan positif dari para anggota karena selain membantu kebutuhan keluarga, juga mempererat rasa kebersamaan dan solidaritas di antara pekerja. Dengan semangat gotong royong, pengurus rela meluangkan waktu dan tenaga untuk menyiapkan seluruh kebutuhan tersebut.

Melalui program sembako ini, PUK SPKEP PT. Young Tree Industries membuktikan bahwa perjuangan untuk kesejahteraan pekerja tidak hanya dilakukan melalui meja perundingan, tetapi juga lewat aksi nyata yang langsung menyentuh kebutuhan hidup anggota dan keluarganya.

Gubug Dawet Trawas, Kuliner Hits Mojokerto dengan Tiga Varian Rasa Unik dan Menyegarkan

Mojokerto, redaksinews.info/ – Bagi Anda pencinta kuliner tradisional yang tengah mencari tempat minum segar di Trawas Mojokerto, Gubug Dawet bisa menjadi pilihan tepat. Berlokasi di Jl. Mojopahit, Tamiajeng, Kebun Salak, Trawas, tempat ini menghadirkan sensasi minuman khas Nusantara dengan cita rasa unik dan tampilan yang menggoda.

Gubug Dawet kini menjadi kuliner hits di Trawas Mojokerto berkat inovasi tiga varian dawet yang jarang ditemukan di tempat lain, yaitu Dawet Telo, Dawet Coklat, dan Dawet Hitam.

Dawet Telo terbuat dari ketela ungu yang menghasilkan warna lembut dan rasa manis alami.

Dawet Coklat memberikan sensasi coklat lumer yang nikmat di lidah.

Dawet Hitam diolah dari batang padi, menghadirkan warna gelap alami dengan cita rasa khas pedesaan.

Selain rasanya yang autentik, Gubug Dawet juga dikenal karena harganya yang ramah di kantong. Setiap gelas dibanderol mulai dari Rp8.000 hingga Rp10.000 saja. Pengunjung dapat menikmati kesegaran dawet sambil bersantai di suasana alam terbuka dengan udara sejuk khas pegunungan Trawas.

Tempat ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 pagi hingga 16.00 sore, sehingga cocok dikunjungi saat berwisata di kawasan Kebun Salak maupun saat perjalanan menuju objek wisata Trawas lainnya.

Dengan konsep sederhana namun penuh keunikan, Gubug Dawet Trawas menjadi destinasi kuliner yang wajib dikunjungi bagi pecinta minuman tradisional dan pemburu kuliner unik. Tak hanya menyegarkan, tapi juga menghadirkan cita rasa Indonesia yang otentik dalam setiap tegukan.

Lokasi: Jl. Mojopahit, Tamiajeng, Kebun Salak, Trawas
Jam buka: 08.00 – 16.00 WIB
Harga: Rp8.000 – Rp10.000
Varian: Dawet Telo, Dawet Coklat, Dawet Hitam

Sejumlah Motor Mogok Usai Isi Bensin di SPBU Jawa Timur, Dugaan Bahan Bakar Oplosan Menguat

Jawa Timur, Media redaksinews.info/ | Fenomena tidak biasa terjadi di sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Surabaya, Bojonegoro, Nganjuk, Lamongan, dan Sidoarjo. Dalam dua hari terakhir, banyak pengendara motor mengeluhkan kendaraannya mendadak mogok atau “mbrebet” tak lama setelah mengisi bahan bakar di SPBU setempat. Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan warga, sementara para pemilik bengkel justru kebanjiran “pasien”.

“Sejak pagi sampai malam, bengkel saya tidak berhenti menerima motor yang tiba-tiba mogok setelah isi bensin. Rata-rata keluhannya sama, mesin mbrebet dan gasnya tidak mau naik,” ungkap Ahmad, salah satu pemilik bengkel di kawasan Sidoarjo, Rabu (29/10).

Menurut Ahmad, penyebab utama motor-motor tersebut mogok diduga karena pembakaran dalam mesin tidak berjalan sempurna dan setelah diganti busy, motor bisa menyala lagi. “Pembakaran jadi tidak sempurna karena kualitas bensin yang digunakan tidak bagus, kemungkinan oktannya terlalu rendah atau tercampur zat lain. Ini mirip gejala bahan bakar oplosan,” jelasnya.

Beberapa pengendara bahkan menuturkan bahwa motor mereka berhenti mendadak di tengah jalan hanya beberapa menit setelah keluar dari SPBU. “Baru isi bensin di SPBU dekat pasar, nggak sampai satu kilometer motor langsung brebet dan mati total,” ujar Satroni, warga Sidoarjo yang tampak kesal di bengkel tempat motornya sedang diperbaiki. Ia menambahkan dengan nada geram, “Kalau benar ini gara-gara bensin oplosan, siapa yang tanggung jawab? Apa pemerintah mau ganti motor kami yang rusak?”

Dugaan mengenai adanya praktik pengoplosan bahan bakar kembali mencuat di tengah masyarakat. Sebelumnya, isu tentang peredaran bensin oplosan memang sempat beredar di sejumlah daerah di Jawa Timur, namun belum ada pembuktian konkret dari pihak berwenang. Banyak warga mendesak agar pemerintah dan Pertamina segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap SPBU yang diduga menyalurkan bahan bakar bermasalah.

“Kalau benar ada SPBU yang menyalurkan bensin oplosan, ini kejahatan serius. Dampaknya bukan cuma motor rusak, tapi juga bisa membahayakan keselamatan pengendara,” kata Rina, aktivis konsumen dari Surabaya.

Sementara itu, pihak kepolisian daerah dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur dikabarkan mulai melakukan pengambilan sampel bahan bakar dari sejumlah SPBU untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina terkait keluhan massal yang dialami para pengendara tersebut.

Kejadian ini menjadi peringatan serius akan pentingnya pengawasan distribusi bahan bakar di tingkat daerah. Masyarakat berharap pemerintah bertindak cepat untuk memastikan mutu BBM di SPBU benar-benar sesuai standar nasional dan tidak lagi merugikan pengguna jalan.

Apakah benar ini akibat dari bensin oplosan yang selama ini hanya dianggap isu? Waktu dan hasil uji laboratorium akan menjawab. Yang pasti, para pengendara kini menanggung kerugian nyata, sementara para pemilik bengkel mendapat rezeki tak terduga di tengah gejolak keprihatinan masyarakat.