Stella FC Hajar Tuan Rumah Porsinga Singopadu Dengan Skor Telak 3-0.

Sidoarjo, Media redaksinews.info/ | Duel panas tersaji saat Stella FC bertandang ke markas Porsinga. Menjamu tuan rumah Porsinga, Stella FC datang dengan keyakinan penuh. Bermodal kemenangan dipekan kemarin, tim tamu bertekad mencuri kemenangan meski bermain di kandang lawan. Pertandingan berlangsung di Lapangan Desa Singopadu, Tulangan, Sidoarjo sabtu sore (11/9/2025).

Pertandingan dipimpin oleh wasit yang berlisensi Askab PSSI Sidoarjo. Babak pertama dimulai, Gol cepat dari Yayan dimenit 7 membuat tuan rumah tersentak, namun usaha menyamakan kedudukan sia-sia, skor babak pertama ditutup untuk keunggulan Stella FC 1-0.

Dibabak kedua tuan rumah melancarkan serangan dari menit awal, pertahanan rapat tim tamu mampu meredam serangan dari tuan rumah. Dimenit ke 9 babak kedua gol tercipta melalui Jordan striker Stella FC yang memanfaatkan kelengahan pertahanan tuan rumah, skor 2-0 untuk Stella FC. Diakhir babak kedua tim tamu kembali memperbesar keunggulan menjadi 3-0 lewat gol pemain sayap Syafi\’i sekaligus mengunci kemenangan atas Porsinga. Akhir laga skor tetap 3-0 untuk kemenangan Stella FC atas Porsinga Singopadu.

Ketua koordinator Stella FC Bapak Wahyudi mengatakan. \”Terima kasih kepada para pemain yang telah berjuang dari awal sampai akhir pertandingan, meskipun laga berjalan penuh drama dan emosi, tetapi kita bermain sabar, jangan terpancing dan tetap menjalankan gameplan yang direncanakan dari awal. Alhamdulillah meski banyak kejadian kontroversi, kita tetap diberi kemenangan,\” ujarnya.

Strategi Mengatasi Stres Finansial: Kunci Menjaga Kesehatan Mental dan Stabilitas Ekonomi

Sidoarjo, Media redaksinews.info/ | Stres finansial kini menjadi salah satu masalah yang paling sering dialami masyarakat Indonesia di tengah kenaikan biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi. Banyak individu merasa terbebani oleh utang, pengeluaran tak terduga, dan gaya hidup yang tidak sebanding dengan pendapatan. Namun, para ahli keuangan menegaskan bahwa stres finansial bisa dikelola dengan strategi yang tepat.

Salah satu langkah awal yang paling penting adalah membuat anggaran (budgeting). Dengan mencatat seluruh pemasukan dan pengeluaran, seseorang dapat membedakan mana kebutuhan yang harus dipenuhi dan mana keinginan yang dapat ditunda. “Transparansi terhadap kondisi keuangan pribadi adalah fondasi utama untuk mengurangi tekanan finansial,” ujar seorang konsultan keuangan.

Langkah berikutnya adalah menyiapkan dana darurat, yaitu tabungan khusus yang digunakan untuk menghadapi kebutuhan tak terduga seperti sakit, kehilangan pekerjaan, atau kerusakan barang penting. Idealnya, dana darurat setara dengan 3–6 kali pengeluaran bulanan.

Selain itu, mengelola utang juga menjadi hal penting. Disarankan untuk melunasi utang berbunga tinggi terlebih dahulu dan menghindari pengambilan utang baru kecuali sangat dibutuhkan. Negosiasi dengan pihak pemberi pinjaman juga bisa menjadi solusi jika kesulitan membayar.

Untuk mencegah stres keuangan berulang, masyarakat perlu meningkatkan literasi keuangan. Hal ini dapat dilakukan dengan membaca buku, mengikuti kursus, bergabung dengan komunitas edukasi keuangan, atau berkonsultasi dengan ahli keuangan.

Tak kalah penting, menyesuaikan gaya hidup agar lebih sederhana dapat membantu menjaga keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran. Konsumsi yang berlebihan seringkali menjadi penyebab utama munculnya tekanan finansial.

Dan yang terakhir, jangan ragu mencari dukungan sosial dan psikologis. Berbagi beban dengan keluarga, teman, atau bahkan profesional dapat membantu seseorang mengelola stres dengan lebih baik.

Dengan menerapkan enam strategi tersebut, diharapkan masyarakat dapat lebih tangguh menghadapi tekanan finansial sekaligus menjaga kesehatan mental di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks.

Kegiatan Hari Kedua: Pembahasan Lanjutan Analisis Stakeholder dan Data Kuantitatif Dampak

Prigen, Media redaksinews.info/ | Memasuki hari kedua kegiatan konsolidasi tahunan PUK SP KEP Mandiri bersama WADAS dan SRK yang berlangsung di Villa Tristan, Tretes Prigen, suasana diskusi semakin mendalam dan produktif. Sesi kali ini difokuskan pada pembahasan lanjutan dari analisis stakeholder serta data kuantitatif terkait dampak sosial dan ekonomi dari isu-isu ketenagakerjaan yang dihadapi anggota.

Sesi diskusi dipimpin langsung oleh Pak Andri, yang memandu peserta untuk menelusuri hasil analisis data yang telah dikumpulkan pada hari sebelumnya. Peserta diajak untuk membaca ulang temuan-temuan penting dan menghubungkannya dengan peta stakeholder yang telah disusun, guna melihat keterkaitan antaraktor dan pengaruh kebijakan terhadap kesejahteraan buruh.

\"\"

“Hari ini kita tidak hanya membaca data, tetapi juga memahami maknanya — siapa yang paling terdampak, siapa yang paling berpengaruh, dan bagaimana posisi serikat dalam dinamika tersebut,” ujar Pak Andri dalam arahannya.

Dalam pembahasan ini, peserta menggunakan pendekatan data kuantitatif untuk menilai dampak nyata dari berbagai faktor, mulai dari kebijakan perusahaan, tingkat literasi keuangan pekerja, hingga perubahan tren ekonomi global yang memengaruhi daya beli buruh. Analisis ini menjadi dasar bagi serikat untuk menyusun strategi advokasi yang lebih berbasis bukti.

Suasana diskusi berlangsung interaktif, di mana peserta berbagi pandangan tentang bagaimana data dapat digunakan untuk memperkuat posisi tawar serikat pekerja dalam dialog sosial dengan manajemen. Tim WADAS turut memberikan masukan teknis mengenai cara menginterpretasikan hasil survei dan mengolah data agar lebih mudah dipahami oleh anggota di tingkat basis.

Di akhir sesi, peserta menyepakati perlunya tindak lanjut berupa penyusunan laporan analisis dampak dan pemetaan stakeholder yang akan menjadi bagian penting dalam rancangan strategi organisasi ke depan.

Kegiatan konsolidasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat kemampuan analitis pengurus serikat, tetapi juga menumbuhkan budaya riset dan evaluasi berkelanjutan di tubuh organisasi pekerja. Dengan pemahaman yang lebih kuat terhadap data dan stakeholder, serikat pekerja dapat lebih siap dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan buruh.