Empat Kemenangan Beruntun, Deltras Incar Poin penuh Saat Tandang Ke Markas Persipal Palu.

Palu, Media redaksinews.info/ | Deltras FC terus menunjukkan performa impresif di ajang Pegadaian Championship 2025/26. Setelah mencatat empat kemenangan beruntun, tim berjuluk The Lobster itu kini mengalihkan fokus ke laga berikutnya melawan Persipal FC.

Pelatih Deltras FC, Widodo Cahyono Putro, mengingatkan anak asuhnya agar tidak larut dalam euforia kemenangan. Ia menegaskan, konsistensi performa jauh lebih penting ketimbang sekadar menikmati hasil positif.

“Kami sudah kembali berlatih dan fokus pada pertandingan berikutnya. Tidak ada waktu berlama-lama merayakan kemenangan. Target kami jelas, tetap konsisten di papan atas,” ujar Widodo usai sesi latihan tim.

Deltras FC dijadwalkan menantang Persipal di Stadion Gawalise, Sabtu 1 November 2025. Laga tandang ini diprediksi menjadi ujian berat bagi tim asal Sidoarjo yang tengah dalam tren kemenangan.

Kunjungan Jamkeswatch Korda Sidoarjo, Bangun Sinergitas dengan BPJS Ketenagakerjaan KC Sidoarjo

Sidoarjo, Media redaksinews.info/ | Dalam upaya memperkuat koordinasi dan menciptakan ruang komunikasi yang berkualitas terkait persoalan pelayanan dan jaminan sosial ketenagakerjaan, Tim Relawan Jamkeswatch Korda Sidoarjo melakukan kunjungan kerja ke kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang (KC) Sidoarjo.Jumat, (31/10).

Kunjungan ini bertujuan untuk membangun sinergitas antara Jamkeswatch dan BPJS Ketenagakerjaan dalam menyikapi berbagai persoalan dan kendala yang sering terjadi di lapangan, terutama dalam hal informasi ke masyarakat dan pelayanan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi para pekerja dan masyarakat umum.

\"\"

Turut hadir dalam kunjungan tersebut antara lain Korda Jamkeswatch Sidoarjo, Meimun Toha, yang didampingi oleh Wakil Sekretaris Nuriafan, dan Bendahara Puji Nur Reni Fania, serta beberapa anggota relawan Jamkeswatch lainnya.

Sementara itu, pihak BPJS Ketenagakerjaan KC Sidoarjo diwakili oleh Ibu Rina selaku Kabid Pelayanan, Bapak Nanda, serta Ibu Yuli dari BPJS Ketenagakerjaan KC Surabaya Karimunjawa.

Dalam kesempatan tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai pentingnya meningkatkan komunikasi antara lembaga dan masyarakat, terutama para pekerja, agar setiap permasalahan di lapangan dapat ditangani secara cepat dan tepat.

“Kami berharap dengan terjalinnya sinergi yang kuat antara Jamkeswatch dan BPJS Ketenagakerjaan, persoalan di lapangan bisa lebih mudah diurai, dan pekerja mendapatkan hak-haknya sesuai ketentuan jaminan sosial yang berlaku,” ujar Meimun Toha, Korda Jamkeswatch Sidoarjo.

Pihak BPJS Ketenagakerjaan KC Sidoarjo juga menyambut baik langkah koordinasi tersebut. Ibu Rina menyampaikan bahwa pihaknya selalu terbuka untuk berdialog dan berkolaborasi dalam memperbaiki sistem pelayanan agar semakin cepat, tepat, dan transparan.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kemitraan antara Jamkeswatch Korda Sidoarjo dan BPJS Ketenagakerjaan, dengan harapan tercipta pelayanan jaminan sosial yang lebih efektif, humanis, dan berpihak kepada pekerja.

Warung Syahdu Dam Sumput, Tempat Persinggahan Penikmat Senja yang Menyatu dengan Alam

Sidoarjo, Media redaksinews.info/ | Di balik hiruk pikuk kawasan industri Sidoarjo, terdapat sebuah tempat yang kini menjadi primadona bagi para penikmat senja dan pencinta suasana tenang: Warung Syahdu Dam Sumput. Meski letaknya cukup jauh dari jalan utama, pesonanya justru memanggil langkah siapa pun yang rindu ketenangan di tengah kesibukan.

Setiap sore menjelang pukul tiga, aroma kopi panas dan gurihnya tahu petis mulai menguar dari dapur warung ini. Warung-warung sederhana di tepi Dam Sumput itu mulai membuka layanan, menyambut para pengunjung yang datang silih berganti hingga malam tiba. Tempatnya memang tidak besar, tapi suasananya seolah menenangkan hati perpaduan semilir angin sore, gemericik air bendungan, dan cahaya senja yang memantul di permukaan air.

Yang menarik, pengunjung warung ini datang dari berbagai penjuru. Bukan hanya warga sekitar, tetapi juga para pekerja dari PT Youngtree yang lokasinya cukup jauh dari Dam Sumput. Hampir setiap sore mereka datang berkelompok, menjadikan tempat ini semacam “terminal rasa lelah” setelah seharian bekerja. “Hampir gak pernah absen, mas,” ujar salah satu karyawan sambil menikmati martabak mie dan es degan. “Pokoknya kalau sudah jam pulang, arahnya ya ke Dam Syahdu.”

Tak hanya pekerja pabrik, anak-anak karang taruna dari Desa Kepunten pun menjadikan tempat ini sebagai titik kumpul. Mereka biasa duduk di tepian bendungan sambil bercanda, menikmati martabak mie atau ketan sambal buatan warung setempat. “Menunya sederhana, tapi rasanya ngangenin,” tutur salah satu pengunjung muda.

Menu yang disajikan memang khas warung kampung, tapi penuh cita rasa. Ada kopi tubruk, dawet segar, es degan, es teh, martabak mie, tahu petis, hingga nasi campur dan sego lento — semuanya dibuat dengan bahan lokal dan disajikan hangat-hangat. Harga pun sangat bersahabat, menjadikan tempat ini favorit berbagai kalangan, mulai dari pekerja hingga keluarga muda.

Menariknya, pengelolaan parkir di kawasan Dam Sumput ini juga tertata rapi. Para pekerja masjid di depan warung membantu mengoordinir parkir kendaraan para pengunjung, sehingga pengunjung merasa aman dan nyaman menikmati waktu mereka. Saat waktu magrib tiba, suasana makin khidmat — suara takbir dan tarkhim dari masjid menyatu dengan percakapan lembut para pengunjung yang tengah menyesap dawet atau menyantap martabak mie.

“Kalau saya pengen dawet, mesti langsung meluncur ke sini mas, sama keluarga,” celetuk Bu Sarmi, pengunjung setia yang sore itu duduk santai di bangku kayu tepi bendungan. Saat ditanya rumahnya di mana, ia tertawa, “Jauhhh mas, saya dari Kenjeran, Surabaya. Astaghfirullah, jauh ya, tapi kalau pengen suasana syahdu, cuma di sini tempatnya.”

Cerita seperti Bu Sarmi bukanlah hal langka. Banyak pengunjung rela menempuh jarak puluhan kilometer hanya untuk menikmati segelas dawet dan suasana hangat di Warung Syahdu Dam Sumput. Tempat ini telah menjelma menjadi ruang sederhana yang menawarkan lebih dari sekadar kuliner — melainkan pengalaman batin yang menenangkan jiwa, tempat di mana penat luruh bersama indahnya senja.
Bagi siapa pun yang ingin melarikan diri sejenak dari kebisingan kota, Warung Syahdu Dam Sumput adalah jawabannya. Di sini, senja bukan sekadar waktu, melainkan perasaan — rasa syukur, kebersamaan, dan ketenangan yang jarang bisa ditemukan di tempat lain.

Perempuan Tangguh KSPI Jatim Ikut Suarakan Kesejahteraan Buruh dalam Aksi di Depan Kantor Gubernur Jawa Timur

Surabaya, Media redaksinews.info/ | Di bawah terik matahari yang menyengat, ratusan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jawa Timur hari ini kembali turun ke jalan menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan Surabaya. Aksi tersebut menjadi simbol perjuangan tiada henti buruh Jawa Timur dalam memperjuangkan kesejahteraan, khususnya dalam penentuan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Tahun 2026.

\"\"

Yang menarik perhatian publik, dalam aksi ini tampak barisan Buruh perempuan dari Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak,Gas Bumi dan Umum (FSP KEP-KSPI) Jawa Timur yang dengan semangat tinggi ikut berpartisipasi, membawa poster tuntutan, serta menyerukan keadilan upah di tengah panasnya cuaca. Kehadiran mereka menjadi simbol ketangguhan perempuan buruh yang tidak hanya berperan di rumah tangga, tetapi juga turut memperjuangkan hak-hak pekerja di ruang publik.

\"\"

Mbajeng, Salah satu pimpinan Buruh Perempuan FSP KEP-KSPI Jawa Timur menegaskan bahwa keikutsertaan aktif Buruh perempuan adalah bentuk nyata dari solidaritas dan kesetaraan gender dalam gerakan serikat pekerja.

“Kami, buruh perempuan, bukan hanya penonton. Kami adalah bagian dari kekuatan perubahan untuk kesejahteraan seluruh buruh Indonesia. Panas matahari bukan halangan bagi kami untuk terus berjuang,” ujarnya penuh semangat.

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan pula audiensi antara perwakilan pimpinan Buruh dari berbagai federasi dengan pihak Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Jatim, perwakilan dari Dinas Perpajakan Kanwil Jatim, serta beberapa pejabat terkait lainnya.

Dalam forum audiensi tersebut, KSPI Jawa Timur menyampaikan konsep usulan perhitungan UMK Tahun 2026 yang berbasis pada Komponen Hidup Layak (KHL). Perhitungan tersebut mengacu pada data resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan tentang disparitas Upah dan Badan Pusat Statistik (BPS), dengan mempertimbangkan variabel ekonomi seperti inflasi, pertumbuhan ekonomi, serta kondisi investasi di daerah.

KSPI menilai bahwa penentuan UMK 2026 harus benar-benar mencerminkan kebutuhan riil pekerja, bukan sekadar angka kompromi politik atau kebijakan makro ekonomi.

“Upah minimum harus mencerminkan nilai hidup layak, bukan sekadar formalitas tahunan. Data KHL dan kondisi sosial ekonomi buruh harus menjadi dasar utama dalam menetapkan upah,” tegas Apin Ketua PERDA KSPI Jatim.

Aksi hari ini ditutup dengan pembacaan kesepakatan dan seruan untuk terus menjaga solidaritas antar Buruh lintas federasi. Para buruh berkomitmen untuk tetap mengawal proses pembahasan UMK 2026 hingga pemerintah benar-benar menetapkan upah yang adil dan layak bagi seluruh pekerja di Jawa Timur.

Buruh KSPI Jawa Timur Gelar Aksi di Depan Kantor Gubernur, Sodorkan Konsep Perhitungan UMK 2026 Berbasis KHL

Surabaya, Media redaksinews.info/ | Ribuan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jawa Timur hari ini menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, menuntut penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Tahun 2026 yang adil dan berpihak pada kesejahteraan pekerja.

Aksi ini diikuti oleh berbagai Federasi Serikat Pekerja yang bernaung di bawah KSPI. Dalam aksinya, massa buruh membawa berbagai spanduk dan poster yang menuntut pemerintah daerah untuk meninjau kembali formula perhitungan upah yang selama ini dianggap tidak mencerminkan kebutuhan riil pekerja.

Setelah melakukan orasi dan penyampaian aspirasi di depan kantor gubernur, perwakilan pimpinan buruh diterima untuk audiensi yang difasilitasi oleh Kepolisian bersama jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur, Bapak Sigit dan Bpk Hasan Manggale, serta perwakilan dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur dan beberapa instansi terkait lainnya.

Dalam audiensi tersebut, KSPI Jawa Timur secara resmi menyodorkan konsep perhitungan UMK 2026 yang berbasis pada Komponen Hidup Layak (KHL). Konsep ini disusun dengan mengacu pada data resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan dan Badan Pusat Statistik (BPS) terkait kondisi ekonomi, investasi, serta perkembangan upah di berbagai daerah.

\"\"

Menurut Ardian, perwakilan KSPI Jawa Timur, pendekatan berbasis KHL ini diharapkan dapat menjadi acuan utama dalam menentukan besaran upah minimum yang realistis dan manusiawi. KSPI menilai bahwa formula pengupahan saat ini terlalu berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan investasi, namun kurang memperhatikan daya beli dan kebutuhan dasar pekerja.

“Kami ingin pemerintah daerah benar-benar mempertimbangkan fakta lapangan dan data objektif. KHL adalah cermin dari kebutuhan hidup riil buruh dan keluarganya. Penentuan UMK harus kembali ke prinsip keadilan sosial,” tegas Ardian, salah satu pimpinan KSPI Jawa Timur dalam pertemuan tersebut.

Selain menyoroti perhitungan UMK, KSPI Jawa Timur juga mengingatkan agar Pemerintah Daerah melibatkan unsur Serikat Pekerja dalam pembahasan kebijakan upah secara transparan dan partisipatif, Buruh berharap hasil audiensi ini menjadi langkah awal menuju kebijakan pengupahan yang lebih berkeadilan di Jawa Timur.

Aksi buruh berjalan tertib dan damai, dengan pengawalan dari aparat kepolisian dan petugas keamanan Pemerintah Daerah. Para peserta aksi berjanji akan terus mengawal proses penetapan UMK 2026 hingga kebijakan yang dihasilkan benar-benar berpihak kepada pekerja.